Selasa, 31 Agustus 2010 22:20 WIB News Share :

PBNU
Kepentingan NKRI harus di atas segalanya

Jakarta--Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) meminta agar pemerintah menunjukkan sikap tegas menyikapi ketegangan dengan Malaysia.

Kepentingan NKRI harus berada di atas segala-galanya.

“Kita harus tegas. Kepentingan bangsa, kepentingan NKRI harus di atas
segalanya,” kata Ketua PBNU Said Agil Siraj usai mengikuti buka bersama Wakil Presiden Boediono dengan para ulama di Kediaman Dinas Wapres, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (31/8).

Menurut Said Agil, pemerintah harus tegas menyangkut persoalan dengan negeri Jiran yang dipicu oleh batas kedaulatan wilayah ini. Namun, tegas itu bukan berarti keras.

“Harus tegas, prinsipnya menyelamatkan NKRI,” ujar Said Agil.

Untuk diketahui, hubungan RI dan Malaysia memanas sepanjang bulan Agustus 2010 ini. Pemicunya adalah ditangkapnya 3 petugas DKP di utara perairan Bintan, Kepri, oleh polisi diraja Malaysia. Konflik ini telah menimbulkan aksi demonstrasi di kedua belah pihak.

RI dan Malaysia akan mengadakan perundingan mengenai sengketa batas wilayah itu pada 6 September mendatang di Kinabalu.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…