Selasa, 31 Agustus 2010 16:50 WIB News Share :

Korban ledakan tabung gas 12 Kg di Kulonprogo akhirnya meninggal

Yogyakarta--Ny Yatini, 65, warga Kedunggong Kecamatan Wates, Kabupaten Kulonprogo yang menjadi korban ledakan tabung gas 12 kg akhirnya meninggal dunia. Korban meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates setelah menjalani perawatan selama 11 hari.

Saat dirawat di rumah sakit, korban mengalami luka bakar serius disekujur
tubuhnya hingga 50 persen. Korban meninggal dunia pada hari Selas (31/8) pagi di rumah sakit.

Oleh pihak keluarga, jenazah Yatini dimakamkan di pemakaman umum Dusun
Kedunggong Wates. Mbah Yatini panggilan sehari-harinya meninggalkan seorang anak yakni Chamami, 30, yang juga menjadi korban ledakan tabung gas pada Rabu (18/8) lalu saat hendak memanaskan sayuran untuk makan sahur.

“Kami sekeluarga ikhlas ditinggalkan ibu. Lukanya juga sudah mulai kering namun luka di lambung itu yang mungkin menyebabkan meninggal,” ujar Chamami seusai acara pemakaman ibunya di Dusun Kedunggong, Wates.

Sementara itu secara terpisah Direktur RSUD Wates, Bambang Heryatno mengatakan Ny Yatini mengalami luka bakar hingga 50 persen dengan derajat 2, yakni luka bakar hingga menembus jaringan bawah kulit.

“Korban juga potensial mengalami sepsis yaitu infeksi akibat beredarnya kuman penyakit dalam darah yang biasanya disebabkan oleh bakteri. Penyebab lainnya karena kurang cairan bahkan makannya juga harus pakai selang,” jelasnya.

dtc/nad

lowongan kerja
lowongan kerja PT. WATUKALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Guru Sejarah Melawan Intoleransi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (11/7/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (8/7) lalu alumnus angkatan 1985 Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta…