Selasa, 31 Agustus 2010 22:42 WIB News Share :

Indonesia tolak peta versi Malaysia

Jakarta–Soal perbatasan antara Indonesia-Malaysia, pemerintah Malaysia saat ini ternyata masih menggunakan peta versi mereka yang dibuat pada tahun 1979.

Sikap Indonesia tegas menolak peta buatan Malaysia tersebut.

“Yang perlu saya sampaikan tentang posisi Indonesia terkait dengan perbatasan, kita tetap tidak menerima sikap Malaysia yang menggunakan peta versi mereka tahun 1979,” kata Menko Polhukam Djoko Suyanto saat rapat dengan Komisi I DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (31/8).

Indonesia, menurut Djoko menggunakan patokan yang dikeluarkan oleh PBB yakni UNCLOS (United Nation Convention on the Law of the Sea).

“Indonesia selalu menggunakan UNCLOS sebagai bahan perundingan perbatasan. Di dalam UNCLOS terdapat ZEE (zona ekonomi eksklusif), landas kontinen dan aspek lainnya,” papar Djoko.

Selama ini, menurut Djoko pemerintah terus menggalakkan tentang pengelolaan perbatasan dengan atau tanpa insiden antara penangkapan 3 pegawai DKP beberapa waktu lalu.

“Kita selama ini terus menggalakkan tentang pengelolaan perbatasan dengan atau tanpa insiden kemarin perunsdingan tetap jalan terus,” imbuhnya.

“Tapi yang namanya perundingan itukan melibatkan dua negara, kita selalu siap. Kalau negara lain yang belum siap gimana kita akan bahas?” tegas Djoko.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…