Selasa, 31 Agustus 2010 02:18 WIB Sragen Share :

BBTKL sterilkan sejumlah pos jalur mudik Lebaran

Sragen (Espos)--Tim gabungan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Yogyakarta melakukan pemeriksaan makanan dan minuman di sejumlah pos jalur mudik Lebaran di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai Senin (30/8).

Wilayah Sragen menjadi salah satu daerah sasaran BBTKL Yogyakarta, lantaran berada di pintu masuk arus mudik dari Jawa Timur.

Daerah-daerah yang menjadi sasaran BBTKL Yogyakarta merupakan daerah pintu masuk pemudik dari Jakarta dan pemudik dar Jawa Timur.

Selain di wilayah Sragen, enam tim BBTKL Yogyakarta juga melakukan pemeriksaan di wilayah Semarang, Demak dan Kendal.

BBTKL sempat mengambil sejumlah sampel makanan untuk diuji laboratorium sebagai antisipasi dini atas bahaya keracunan makanan.

Kepala Instalasi Kejadian Luar Biasa BBTKL Yogyakarta, Sadoko Mulyo saat ditemui Espos, Senin kemarin, di Stasiun Kereta Api (KA) Sragen, mengungkapkan, pemeriksaan makanan dan minuman (Mamin) di sepanjang jalur mudik Lebaran baru kali ini dilaksanakan berdasarkan surat perintah Kementerian Kesehatan.

Menurut dia, setidaknya ada enam tim yang dibentuk untuk melakukan pengawasan di wilayah Jateng dan DIY.

“Upaya ini sebagai wujud sistem kewaspadaan dini untuk menghindari bahaya makanan bagi pemudik. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kadar bateri yang menghasilkan racun makanan di sejumlah warung makan yang menjadi pusat berkunjungnya pemudik. Biasanya kami memang memeriksa di wilayah stasiun KA dan terminal bus,” tukasnya.

trh

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…