andisoraya
Selasa, 31 Agustus 2010 08:56 WIB Issue Share :

Andi Soraya mengaku tak mangkir dari panggilan kejaksaan

Jakarta–Artis Andi Soraya sempat akan dijemput paksa oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan karena dianggap tidak memenuhi panggilan terhadap dirinya. Namun Andi mengaku jika dirinya tidak pernah mangkir dari panggilan Kejaksaan.

“Saya minta tolong pengacara untuk menghadap untuk meminta izin, tapi kenapa itu tidak digubris seakan-akan saya mangkir, padahal tidak sama sekali. Apa yang kita sudah jalankan tidak disebutkan oleh Kejaksaan, seolah-olah Andi Soraya sudah dipanggil satu, dua, tiga kali, tapi cuek aja,” ujar Andi saat ditemui di Komnas Perlindungan Anak di Jalan TB Simatupang, Jakarta Timur, Senin (30/8) malam.

Bintang film kelahiran Jakarta, 18 Juni 1976 itu mengaku telah menjalani semua prosedur hukum yang harus dilakukannya. Saat mendengar akan dijemput paksa pihak Kejaksaan karena dianggap mangkir, Andi pun heran.

“Saya tanya kenapa harus ada penjemputan paksa? Toh, saya belum terima surat yang ketiga sedangkan semua prosedur sudah saya jalankan,” tutur Andi geram.

Kini ibu dua anak itu hanya meminta kebijaksanaan dari pihak Kejaksaan agar memberinya perpanjangan waktu hingga lebaran usai. Ia ingin mempersiapkan soal pengurusan anaknya sebelum menjalani hukuman 3 bulan penjara.

Andi juga akan menjaga kondisi mental anaknya dengan tidak membiarkan kedua anaknya tersebut tahu musibah yang menimpa ibunya.

“Saya akan bilang saya keluar kota 3 bulan syuting,” ucap Andi dengan berurai air mata.

dtc/rif

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Membumikan Politik Profetik

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (17/7/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id.¬† Solopos.com, SOLO–Saya tidak bermaksud berutopia bila dalam esai ini mewacanakan kembali politik profetik. Dalam ranah wacana, politik profetik…