Selasa, 31 Agustus 2010 22:22 WIB Boyolali Share :

42 Km saluran irigasi DAS Butak rusak

Boyolali (Espos)–Sekitar 42 kilometer (km) saluran irigasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Butak, Boyolali mengalami kerusakan. Akibatnya, pasokan air irigasi ke 792 ha di lima kecamatan menjadi tersendat.

Kepala UPT Pengairan DAS Butak, Dinas Pekerjaan Umum Perhubungan Pertambangan dan Kebersihan (DPUPPK) Boyolali, Gimo menguraikan total saluran  irigasi di DAS Butak adalah 62,066 km untuk mengairi sawah seluas 2.863 ha. Namun, saluran irigasi yang kondisinya baik hanya sekitar 19,46 km.

“Untuk saluran irigasi yang rusak dan tidak bisa berfungsi secara optimal di area DAS Butak sekitar 42,606 km. Baik itu rusak ringan, sedang, maupun berat,” jelas Gimo saat dijumpai Espos di Kantor UPT Pengairan DAS Butak, di Kecamatan Ngemplak, Selasa (31/8).

Kerusakan itu antara lain, adanya kebocoran, peningkatan sedimen, tanggul yang rawan longsor, serta beberapa titik saluran yang masih nonpermanen. Padahal, saluran irigasi yang melewati sebagian sawah di Kecamatan Ngemplak, Kecamatan Nogosari, Kecamatan Teras, Kecamatan Sambi, dan Kecamatan Ampel tersebut menjadi penopang aliran air bagi puluhan hektare sawah saat musim kemarau.

“Akibatnya, sekitar 792 ha sawah di DAS Butak tak bisa dialiri air irigasi secara maksimal. Terutama saat musim kemarau. Kalau untuk musim hujan, petani masih bisa mengandalkan air hujan,” kata Gimo.

Untuk perbaikan saluran irigasi yang rusak itu, lanjut Gimo, UPT Pengairan DAS Butak selalu mengupayakan untuk mendapatkan anggaran perbaikan dari pemerintah provinsi maupun kabupaten. Dan setiap tahun sekali, pasti mendapatkan dana untuk operasional dan pemeliharaan (OP).  Sayangnya, dana OP untuk saluran irigasi itu masih dinilai minim. “Dana sekitar Rp 100 juta-Rp 200 juta per tahun masih terlalu sedikit untuk perbaikan saluran rigasi yang mencapai puluhan kilometer itu,” tandas Gimo.

hkt

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…