Selasa, 31 Agustus 2010 14:28 WIB News Share :

127 rumah di Malang terendam banjir

Malang–Banjir setinggi satu meter merendam sedikitnya 127 rumah dan 30 hektare lahan persawahan di Kampung Kuburan, Dusun Sukoanyar IIA, Dusun Krajan serta Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kepala Sandi dan Telekomunikasi (Sandintel) Satlak Penanggulanggan Bencana, Kabupaten Malang, Bagio, Selasa (31/8) mengatakan, banjir tersebut dikarenakan aliran air di dua sungai yakni Kalisat dan Kedungondo meluap.

Luapan tersebut, terjadi karena pada Senin (30/8) malam, kawasan tersebut diguyur hujan cukup deras.

“Akibatnya, volume air di kedua sungai tersebut meluap dan tidak bisa ditampung oleh Sungai Kalimenjing yang berfungsi sebagai muara sebelum mengalir ke Pantai Selatan,” paparnya.

Ia menjelaskan, luapan air tersebut kemudian masuk ke pemukiman warga yang berada di sepanjang aliran sungai.

“Kami catat sedikitnya 127 rumah berada di Kampung Kuburan, Dusun Sukoanyar IIA, Dusun Krajan, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, dan lahan sawah seluas 30 hektare terendam air hingga setinggi satu meter,” ujarnya mengungkapkan.

Selain itu, luapan tersebut juga mengakibatkan dam penampung air di Dusun Kresek jebol, dan mengancam 100 hektare areal persawahan.

“Dari pantauan kami terdapat sebuah dam jebol akibat tak mampu menampung air di Dusun Kresek,” tutur Bagio.

Sementara itu, hingga Selasa siang kondisi air sudah mulai surut meski sebelumnya warga setempat terpaksa mengungsi ke kantor kecamatan terdekat.

“Saat ini sejumlah warga telah bergotong royong untuk membersihkan tempat tinggalnya, dan air juga sudah mulai surut,” katanya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…