Senin, 30 Agustus 2010 18:14 WIB Ekonomi Share :

Terbatas, Pemkot-Hiswana belum jual asesori tabung ber-SNI

Solo (Espos)--Keterbatasan jumlah asesoris tabung elpiji 3 kilogram berstandar nasional Indonesia (SNI) yang diterima Kota Solo menyebabkan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Solo maupun Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) belum berani menjual ke masyarakat.

Kabid Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Solo, Eko Prajudhy, saat ditemui wartawan di sela-sela inspeksi mendadak (Sidak) Sembako, di Pasar Gede, Senin (30/8) mengatakan jumlah pasokan paket selang dan regulator SNI yang diterima Kota Solo sebanyak 200 unit.

“Pekan kemarin kami dipasok asesoris tabung elpiji 3 kilogram, tapi hanya 200 paket. Kemungkinan ini masih pengiriman perdana, tahap awal sehingga masih sangat minim,” tutur Eko.

Eko menyampaikan, dari pasokan itu nanti harapannya masyarakat pengguna elpiji 3 kilogram bisa menukarkan asesoris tersebut ke agen. Dengan syarat, membawa asesoris lama dan kartu tanda penduduk (KTP).

haw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…