Senin, 30 Agustus 2010 17:22 WIB News Share :

Pemudik bermotor 2010 diprediksi meningkat hingga 3,6 Juta

Jakarta--Kepolisian memprediksi adanya peningkatan jumlah pemudik yang menggunakan motor hingga 3,6 juta pada tahun 2010 ini.

Angka ini jauh lebih tinggi dibanding tahun 2009 lalu yang hanya mencapai 3,1 juta.

“Tahun ini prediksinya meningkat hingga 3,6 juta pemudik yang menggunakan motor,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar, Senin (30/8).

Boy menyatakan, pihaknya tidak melarang pemudik untuk menggunakan motor saat mudik Lebaran. Namun, masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan motor jika ditumpangi lebih dari dua orang dengan alasan keselamatan.

“Ada anaknya, istrinya juga barang-barang bawaan. Kan itu berbahaya,” katanya.

Bagi masyarakat yang tetap ngotot menggunakan motor untuk mudik, pihaknya tidak akan melarang. Namun, masyarakat tetap harus mematuhi ketentuan yang berlaku.

Lebih jauh Boy mengungkapkan, bahaya mudik dengan menggunakan motor. Selain bahaya untuk kesehatan, mudik menggunakan motor juga membahayakan nyawa penumpangnya.

Boy mengatakan, penggunaan motor untuk jarak yang jauh tidak direkomendasikan. Apalagi dengan muatan yang melebihi kapasitasnya. Perjalanan jauh yang memakan waktu cukup lama, sering kali membuat penumpang motor kelelahan.

“Bisa jadi nanti karena kelelahan, lalu ketiduran. Tiba-tiba, karena kita tertidur sekejap, bahaya sudah di depan mata,” imbuhnya.

Belum lagi polusi asap kendaraan lain yang terhisap oleh penumpang motor. “Bayangkan jika balita naik motor, dia akan menghisap asap knalpot kendaraan lain, nanti akan menimbulkan penyakit paru-paru,” jelasnya.

Untuk itu, demi keselamatan nyawa pemudik, masyarakat diminta secara sadar menggunakan moda angkutan lain yang lebih nyaman dan selamat. “Ingat, keluarga kita menanti di rumah,” tutupnya.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…