Senin, 30 Agustus 2010 15:53 WIB News Share :

Masjakon tuding Komisi III tebang pilih awasi proyek

Salatiga (Espos)–Ketua Masyarakat Jasa Konstruksi (Masjakon) Kota Salatiga, Bambang Soetopo, menuding Komisi III DPRD setempat tebang pilih dalam mengawasi pelaksanaan proyek APBD.

Komisi III dinilai hanya kritis pada proyek-proyek dengan anggaran kecil, seperti proyek penunjukkan langsung, namun tutup mata pada proyek dengan anggaran ratusan hingga miliaran rupiah.

Ditemui di Gedung DPRD Kota Salatiga, Senin (30/8), Soetopo menyatakan Komisi yang diketuai Agung Setiyono ini hanya menyoroti dugaan penyimpangan yang terjadi pada proyek bernilai di bawah Rp 50 juta. Sementara proyek seperti Jalan Lingkar Selatan (JLS), Komisi III disebutnya tiarap.

“Jelas tebang pilih Komisi III. Selama ini tidak ada proyek-proyek besar yang disoroti, ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi III, Agung Setiyono, membantah keras tudingan Ketua Masjakon tersebut. Politisi Golkar ini menegaskan tidak ada tebang pilih di Komisinya dalam pengawasan pelaksanaan proyek APBD.

Jika pun sementara ini yang disorot baru proyek penunjukkan langsung, menurutnya, lantarab proyek dengan nilai besar belum ada yang dimulai. “Kalau sudah turun SPK (surat  perintah kerja)-nya baru bisa kita proses, karena SPK itu menjadi dasar hukum kita melakukan pengawasan,” terangnya.

“Tak ada tebang pilih kasus, semuanya kami tangani sesuai proporsinya. Termasuk proyek besar,” pungkasnya.

kha

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…