Senin, 30 Agustus 2010 19:32 WIB Sragen Share :

Kenaikan biaya sertifikasi tanah dinilai tak wajar

Sragen (Espos)–Sejumlah warga Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Sragen menilai kenaikan biaya program sertifikasi tanah bersama yang disosialisasikan Badan Pertanahan Nasional (BPN) tidak wajar dan membebani masyarakat.

Warga mempertanyakan kenaikan biaya senilai Rp 400.000/sertifikat itu.

Ketua Forum Peduli Warga Gondang (FPWG) Sragen, Sumardi kepada Espos, Senin (30/8), mengungkapkan, jumlah sertifikasi itu mencapai 1.900 unit sertifikat dari seribuan pemohon yang ada.

Dia menerima laporan ada pemohon sertifikat dari luar desa, sehingga total sertifikat yang ditangani Pemdes Kaliwedi hamper 2.000 sertifikat.

“Semula pemohon dibebani biaya senilai Rp 750.000/pemohon. Permohonan itu sudah diproses sejak tahun 2009 dan diinformasikan bakal selesai pada Januari 2010. Namun sampai sekarang belum selesai dan justru malah pemohon diminta tambahan biaya sampai Rp 400.000/pemohon. Saya menyayangkan, mestinya ada perjanjian memorandum of understanding (MoU) antara Pemdes dan BPN (Badan Pertanahan Nasional-red),” ujarnya.

trh

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…