Senin, 30 Agustus 2010 16:09 WIB Internasional Share :

Iran sebut Ibu Negara Prancis 'pelacur'

Teheran–Ibu negara Prancis Carla Bruni-Sarkozy disebut sebagai “pelacur” oleh Iran.

Gara-garanya, istri Presiden Prancis Nicolas Sarkozy itu mengkritik keputusan pemerintah Iran untuk menghukum rajam seorang wanita hingga tewas.

Bruni telah ikut menandatangani petisi yang menyerukan pembebasan Sakineh Mohammadi Ashtiani, wanita Iran yang dijatuhi hukuman rajam.

Hukuman tersebut dijatuhkan pengadilan Iran pada Ashtiani karena dituduh berselingkuh dengan pria lain dan membantu membunuh suaminya.

Dalam editorialnya, Kayhan, surat kabar Iran yang berada dalam kendali pemerintah Irab, menyebut Bruni dan Isabelle Adjani “pelacur”.

Adjani merupakan aktris Prancis yang berkampanye untuk pembebasan Ashtiani.

Bruni juga dituding “amoral” oleh stasiun televisi pemerintah Iran. Demikian seperti diberitakan harian Inggris, Telegraph, Senin (30/8).

Dalam surat terbukanya untuk Ashtiani pekan lalu, Bruni menulis: “Mengapa menumpahkan darah Anda dan memisahkan anak-anak Anda dari ibu mereka? Karena Anda memiliki hidup, karena Anda telah mengasihi, karena Anda seorang wanita, dan karena Anda seorang Iran? Semuanya dalam diri saya menolak untuk menerima ini”.

Ashtiani, ibu dua anak itu telah mendekam di penjara selama lima tahun. Wanita berumur 43 tahun itu juga telah dihukum cambuk sebanyak 99 kali atas dakwaan perzinaan.

Namun hukuman itu dianggap belum cukup. Pengadilan Iran kemudian meningkatkan hukumannya menjadi rajam. Vonis rajam ini telah disetujui oleh Mahkamah Agung Iran.

Namun Ashtiani masih berhak mengajukan permohonan banding dan pengampunan kepada pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…