Senin, 30 Agustus 2010 22:15 WIB Sragen Share :

Harga mebel naik sekitar 20%

Sragen (Espos)–Menjelang hari raya Idul Fitri, harga mebel di Sragen naik sekitar 20%.

Kenaikan harga mebel itu dipicu melonjaknya order alias permintaan mebel hingga dua kali lipat atau naik 100%.

Salah satu pedagang mebel, Ngadiyo mengungkapkan beberapa pekan menjelang Idul Fitri, dia telah merasakan peningkatan permintaan almari sampai 50%. Permintaan mebel tidak hanya berasal dari Sragen, melainkan juga kota/kabupaten lain, seperti Sukoharjo dan Solo.

Terjadinya lonjakan permintaan yang diiringi kenaikan harga, menurut Ngadiyo, memang lazim terjadi menjelang Lebaran.

”Di tempat saya cukup lumayan. Mau Lebaran ini, kira-kira sudah ada peningkatan order setengahnya. Banyak order harga jualnya lalu naik. Tapi tidak banyak, hanya sedikit. Kalau biasanya saya jual Rp 400.000 sekarang menjadi Rp 500.000,” beber Ngadiyo, saat ditemui Espos, di kiosnya, di Pasar Mebel dan Konveksi Kalijambe, Senin (30/8).

tsa

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…