Senin, 30 Agustus 2010 11:34 WIB Hukum Share :

Diduga asma kambuh, Suparlan tewas di atas pohon kelapa

Pacitan–Warga Desa Mangunharjo, Kecamatan Arjosari, Pacitan gempar. Seorang warganya diketahui tewas saat memanjat pohon kelapa. Uniknya, meski berada di ketinggian namun jasad korban Suparlan ,70, tidak terjatuh.

Informasi yang dihimpun, seperti biasa tiap pagi pria renta itu bekerja di ladang miliknya. Usai menyelesaikan pekerjaanya, korban yang dikenal petani lugu itu melanjutkan aktivitasnya memetik kelapa tak jauh dari ladang.

Saat memanjat dua batang kelapa sebelumnya, nyaris tak ada pertanda apapun. Warga pun tak curiga, sebab meskipun tua tetapi korban dikenal cukup piawai memanjat.

Saat berada di atas batang ketiga, keanehan mulai terjadi. Setelah menjatuhkan beberapa butir buah kelapa, selang beberapa menit berikutnya, suara timpukan itu menghilang.

Awalnya warga sekitar tidak menduga. Sebab biasanya usai memetik kelapa, pria renta itu turun dan memungut butiran kelapa yang berceceran di tanah untuk dikumpulkan dan dibawa pulang. Namun setelah ditunggu beberapa saat, korban tak muncul juga.

Merasa khawatir, Boriyah ,42, warga setempat menyuruh anaknya Rio ,14, memeriksa sekitar lokasi. Lantaran tak melihat siapapun, remaja yang masih duduk di bangku SMP itu bergegas masuk rumah dan bercerita kepada ibunya.

Keduanya lalu keluar rumah dan melihat ke arah pohon kelapa yang dipanjat korban. Betapa terkejut, saat keduanya melihat tubuh korban sudah terbujur kaku di atas pelepah dengan posisi duduk dan kedua tangan mencengkeram pelepah lainnya.

“Saksi mata langsung menjerit hingga akhirnya banyak warga berdatangan ke lokasi. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Arjosari,” ujar Ichwan Setyono, Sekretaris Desa Mangunharjo, Senin (30/8).

Polisi yang mendapat laporan langsung datang dan melakukan olah TKP. Hanya saja, proses evakuasi sempat terkendala minimnya peralatan. Terlebih ketinggian pohon kelapa mencapai 12 meter. Akhirnya, untuk menurunkan jenazah korban, petugas bersama warga terpaksa menggunakan tambang dengan cara dikerek.

Kasatreskrim Polres Pacitan AKP Sukimin saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Hasil pemeriksaan, korban diduga meninggal lantaran asma yang dideritanya kambuh. Usai menjalani visum, jasad korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Tidak ditemukan indikasi pidana dalam kejadian ini. Penyebabnya diduga murni karena serangan penyakit. Apalagi umurnya memang sudah sangat tua,” tandas Sukimin.

dtc/ tiw

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pendidikan yang Memerdekakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (21/8/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memasuki umur 72 tahun kemerdekaan…