Senin, 30 Agustus 2010 14:18 WIB News Share :

BUMN juga harus bikin iklan tolak sogokan dan uang pelicin

Jakarta –– Tolak parsel ramai diiklankan sejumlah BUMN. Momen Lebaran dijadikan landasan. Namun ada baiknya BUMN juga membuat iklan menolak praktek sogokan dan uang pelicin demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih.

“Gratifikasi bukan hanya dalam konteks Hari Raya, tapi mencakup semuanya,” kata Wakil Koordinator ICW, Emerson Yuntho, di Jakarta, Senin (30/8).

Praktik uang sogok dan pelicin ditengarai kerap diterima oknum pejabat BUMN. Utamanya dikaitkan dengan pelaksanaan tender.

Jadi gratifikasi tidak sebatas pada urusan parsel semata yang hanya terjadi pada momen Lebaran. “Yang terpenting adanya sanksi internal bagi pejabat yang melanggarnya. Bisa berupa sanksi administratif atau penundaan kenaikan pangkat, dan juga KPK bisa memproses pelanggaran hukum yang terjadi. Ini untuk shock therapy,” tutur Emerson.

Dalam momen Lebaran ini, selain parsel yang patut diwaspadai juga pemberian dalam bentuk lain. Bisa berupa tiket atau wisata ke sejumlah negara. “Jadi keseriusan diperlukan dari internal BUMN tersebut. Sebatas iklan saja, atau akan ada wujud kongkret pelaksanaan,” tutupnya.

dtc/tya

lowongan kerja
lowongan kerja KLINIK PRATAMA WHITE ROSE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan Solopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di milkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO — Predikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…