Senin, 30 Agustus 2010 22:01 WIB Solo Share :

38 Rumah di Kedunglumbu tidak layak huni

Solo (Espos)–Sebanyak 38 rumah di Kelurahan Kedunglumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo masuk kategori tidak layak huni.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Kelurahan Kedunglumbu, Dalono saat ditemui Espos di kantornya, Senin (30/8), mengatakan ke-38 rumah tersebut tersebar di tujuh RW. Sebagian besar, rumah tidak layak huni tersebut berada di RW I.

Dia menjelaskan, ke-38 rumah tersebut dihuni oleh warga yang memiliki kemampuan ekonomi menengah ke bawah. Umumnya mereka berkerja sebagai buruh yang memiliki penghasilan relatif minim. “Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja masih kerepotan, apalagi untuk memugar rumahnya. Kebanyakan rumah mereka masih berdinding anyaman bambu atau kayu triplek, berlantai plester yang masih kasar, atapnya bocor, dan lain sebagainya,” ujar Dalono.

Dia menambahkan, tahun lalu, sebanyak 23 rumah mendapatkan bantuan pemugaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Masing-masing rumah mendapatkan bantuan senilai Rp 2 juta. Lurah Kedunglumbu, Koeswidianto berharap sebanyak 38 rumah tersebut bisa diprioriotaskan Pemkot Solo untuk mendapatkan bantuan pemugaran tahun ini.

Menurutnya, hingga kini pihaknya masih menunggu kuota program pemugaran rumah tak layak huni dari Pemkot setempat. “Mudah-mudahan kuota tahun ini lebih banyak sehingga 38 rumah tersebut bisa masuk dalam kuota rumah yang akan mendapatkan bantuan,” papar Koeswidianto.

mkd

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…