Senin, 30 Agustus 2010 23:29 WIB Solo Share :

“Hentikan dulu peninggian tanggul”

Solo (Espos)–Kalangan legislatif meminta proyek peninggian tanggul Sungai Bengawan Solo dihentikan sementara untuk menghindari konflik dengan warga.

Wakil Ketua DPRD Solo, Supriyanto mengatakan semua pihak yang terlibat yaitu warga, Pemkot Solo dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) harus duduk bersama membahas mengenai masalah itu. “Sebaiknya dihentikan dulu hingga Lebaran nanti. Saat ini lebih baik duduk bersama dan perlu adanya komunikasi yang baik antara semua pihak,” kata Supriyanto kepada wartawan di Gedung DPRD Solo, Senin (30/8).

Dia menyatakan jangan sampai ada konflik dengan masyarakat ketika menjalankan program. Dia menambahkan masih adanya resistensi dari warga dalam proyek peninggian tanggul itu menunjukkan masih perlu adanya komunikasi antara semua pihak.

Mengenai tertundanya peninggian tanggul, Supriyanto menegaskan rencana peninggian tanggul itu memang mundur dari rencana semula. Namun, lanjut dia, masa jeda selama mundurnya proyek itu tidak digunakan untuk melakukan komunikasi dengan masyarakat.

“Kalau hanya mengundurkan jadwal peninggian itu tidak memberikan solusi. Ditunda dulu, tapi juga harus diiikuti adanya komunikasi dengan warga. Tidak hanya Pemkot saja, namun juga pihak BBWSBS,” tegas politis Partai Demokrat ini.

Dia berharap Pemkot dan BBWSBS tidak memaksakan kehendak yang akhirnya menimbulkan permasalahan sosial di bantaran Bengawan Solo. Wakil Ketua Komisi IV, Teguh Prakosa mengatakan dalam menjalankan proyek peninggilan tanggal sebaiknya tidak mengorbankan sebagian masyarakat, namun juga tidak merugikan masyarakat Solo secara keseluruhan.

Teguh meminta adanya komunikasi dengan warga sehingga ditemukan solusi yang baik. “Peninggian tanggul itu penting untuk mencegah banjir. Perlu dipikirkan juga kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan masyarakat Solo secara keseluruhan. Namun bukan berarti terus mengorbankan masyarakat yang ada di bantaran. Perlu ada komunikasi,” tegas dia.

Soal keinginan sebagian warga bantaran agar tanggul digeser, Teguh menilai keinginan itu kurang tepat. Sebab, lanjut dia, sudah ada patokan mengenai daerah aliran sungai (DAS) sehingga hal itu juga harus ditaati.

dni

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Membumikan Politik Profetik

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (17/7/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id.  Solopos.com, SOLO–Saya tidak bermaksud berutopia bila dalam esai ini mewacanakan kembali politik profetik. Dalam ranah wacana, politik profetik…