Minggu, 29 Agustus 2010 13:18 WIB News Share :

Radar bandara mati, penumpang mengaku pesawat berputar-putar sejam

Surabaya–Nyaris semua pesawat yang harusnya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 09.00 WIB tadi terpaksa berputar-putar di angkasa lebih lama. Ada yang hanya 15 menit, ada yang satu jam.

Yang putar-putar satu jam antara lain Icha, yang menumpang GA 613 Makassar-Jakarta. “30 Menit sebelum mendarat pukul 09.30 WIB, pilot mengumumkan bahwa akan mengalami keterlambatan atau delay selama 25 menit karena sistem radar di Bandara Soekarno-Hatta mati. Finally kami semua total berputar-putar di udara selama 1 jam,” cerita Icha pada, Minggu (29/8).

Sistem radar yang mengatur lalu lintas pesawat di Bandara Soekarno-Hatta mati total pada pukul 09.00 – 09.40 WIB. Petugas menara terpaksa menggunakan cara non-radar untuk mengatur pergerakan pesawat sehingga butuh waktu lebih lama.

Selain Icha, ada Budiono yang juga mengalami nasib serupa. Warga Surabaya yang duduk di Seat 9 C menjelaskan, pesawat Garuda Indonesia GA309 Surabaya-Jakarta yang ditumpanginya sempat berputar-putar di udara selama 15 menit sebelum mendarat.

“Mestinya mendarat pukul 10.05. Lalu ketika sudah dekat Jakarta ada pengumuman bahwa pesawat harus putar-putar dulu sekitar 15 menit lagi karena ada kerusakan sistem di bandara,” ungkapnya.

Menurut dia, para penumpang terlihat tetap santai karena kerusakan bukan pada pesawat. “Cuaca sangat cerah sejak Surabaya sampai Jakarta. Tepat 10.30 pesawat mendarat dengan selamat. Alhamdulillah,” tambah mahasiswa pascasarjana Teknik Industri ITS ini.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…