SPFM/lia
Minggu, 29 Agustus 2010 20:25 WIB Sukoharjo Share :

Pengelola parkir pusat perbelanjaan diperingatkan

Sukoharjo (Espos)–Kendaraan pengunjung memadati beberapa tempat parkir di kawasan perbelanjaan pada Jl Ahmad Yani, Kartasura, Minggu (29/8). Beberapa pengelola parkir akan diperingatkan lantaran kepadatan kendaraan di kawasan perbelanjaan tumpah ke jalan protokol.

Berdasarkan pantauan Espos, kendaraan di beberapa titik tempat parkir itu menjorok sekitar dua meter dari tepi jalan. Hilir-mudik pengunjung serta antrean masuk kendaraan ke lokasi perbelanjaan memicu tersendatnya lalulintas.

Salah satu warga setempat, Condro, 48, mengatakan, tumpahan tersebut mulai terlihat di hari itu. “Baru hari ini, maklum orang belanja semakin banyak menjelang Lebaran,” katanya saat ditemui Espos.

Salah satu warga setempat, Condro, membenarkan adanya tumpahan parkir itu. Dia mengatakan sebagian pemuda setempat, tepatnya warga Giringan RT1-3/RW II, Kartasura, berinisiatif membuka tempat parkir baru di bahu jalanan gang kampungnya. Condro beranggapan hal itu membantu mengurangi tumpahan kendaraan di jalan protokol itu.

“Kami melakukannya agar jangan sampai ada kecelakaan lalulintas hanya karena masalah parkir. Tadi, parkiran sepeda motor membentang hampir 300 meter di tepi gang kampung,” terangnya.

Condro mengaku pembukaan lahan parkir baru itu baru dilakukan saat itu. Dia mengatakan akan membuka lahan parkir itu kembali H-4 Lebaran. “Prediksi kami di hari itu pengunjung semakin ramai. Kami hanya menjangkau pengunjung Toko Laris saja, tidak sampai ke parkiran Mitra (salah satu tempat perbelanjaan di Kartasura,” tambahnya.


m85

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Ngutang

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Selasa (18/7/2017). Esai ini karya Ronny P. Sasmita, Direktur Eksekutif Economic Action Indonesia dan Analis Ekonomi BNI Securities Jakarta Barat. Alamat e-mail penulis adalah ronny_sasmita@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Banyak kawan yang bertanya kepada saya, mengapa pemerintah memperlebar…