Minggu, 29 Agustus 2010 21:56 WIB Sragen Share :

PAD sector pajak reklame naik dua kali lipat

Sragen (Espos)–Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak reklame diprediksi naik dua kali lipat pada tahun ini, menyusul adanya tambahan titik baru mencapai 60 lokasi reklame baru.

Prediksi itu didasarkan pada hasil survei dan monitoringTim Dinas Perdagangan dan Perpajakan Daerah (DP2D) Sragen dengan menggandeng konsultan di 20 kecamatan.

Kepala DP2D Sragen, Adi Dwijantoro didampingi Kasi Pajak dan Retribusi Daerah Kurniati kepada Espos, Minggu (29/8), mengatakan, hasil survei mencatat sedikitnya 60 titik reklame baru yang potensial untuk dipasarkan. Titik reklame baru ini setara dengan jumlah titik yang sudah ada selama ini.

“Dengan penambahan titi reklame baru, maka jumlah titik reklame yang menghasilkan kontribusi PAD Sragen mencapai 120 lokasi. Namun untuk penentuan besaran retribusi reklame itu merupakan wewenang Badan Perizinan Terpadu (BPT). Kami sudah berkoodinasi dengan BPT untuk menambah target PAD Sragen,” ujar Kurniati.

Sebagian besar titik reklame baru tersebar di sepanjang jalur Solo-Sragen antara perbatasan Masaran, Gambiran, Ngrampal hingga perbatasan Banaran, Sambungmacan, yakni perbatasan Sragen-Ngawi, Jatim. Selain itu jalur Solo-Purwodadi juga terdapat sejumlah titik reklame, terutama di sekitar Kalijambe-Gemolong sampai Sumberlawang.

Dia menambahkan selain mendata titik potensial baru, DP2D juga menginventarisasi lokasi reklame potensial lainnya. “Untuk tahun 2010 ini target pajak reklame dipatok sebesar Rp 95,850 juta. Dengan adanya tambahan dua kali lipat ini, tentu saja kami berharap ke depan pendapatan dari sektor pajak reklame bisa naik,” tambahnya.

trh

lowongan kerja
lowongan kerja GRAINS & DOUGH RESTAURANT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…