Minggu, 29 Agustus 2010 00:27 WIB Sukoharjo Share :

Orangtua Yulianto merasa terancam

Sukoharjo (Espos)--Kedua orangtua pelaku pembunuhan berantai dari Kartasura, Yulianto merasa terancam dan ketakutan sejak terungkapnya kasus pembunuhan anggota Kopassus, Kopda Santosa hingga aksi pembakaran rumah Yulianto yang terjadi pada Jumat (27/8) dini hari.

Mereka memilih pindah rumah. Sebelum pindah, keduanya terlebih dulu menyiapkan sejumlah bekal pakaian serta perhiasan dengan didampingi tokoh masyarakat beserta dua orang anggota Polsek Kartasura.

Berdasar pantauan, persiapan pindah dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. Kedua orangtua Yulianto masing-masing Wiro Kirdi, 90, serta Suliyem, 80 yang beberapa hari ini mengungsi di rumah anak pertamanya, Waliyani, 48 kembali ke rumah mereka yang berlokasi di samping kediaman Yulianto untuk mengambil sejumlah barang.

Dibantu warga, sejumlah barang yang kebanyakan pakaian, mereka ambil dari dalam lemari kayu dan dimasukkan ke dalam karung bekas pupuk berwarna putih.

Ada dua karung bekas yang mereka gunakan untuk mengangkut barang-barang serta satu tas plastik ukuran kecil yang berisi lauk.

Barang-barang berharga semisal televisi, lemari serta mebel tidak mereka bawa namun dibiarkan tetap di dalam rumah yang ditinggal dalam kondisi terkunci.

aps

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…