Minggu, 29 Agustus 2010 16:26 WIB Sport Share :

Langkah Kido/Hendra terhenti, Kejuaran Dunia 2010 sisakanTaufik

Paris– Pasangan juara Olimpiade Beijing Markis Kido/Hendra Setiawan gagal menghentikan laju juara bertahan Fu Haifeng/Cai Yun untuk maju ke final Kejuaraan Dunia 2010.

Kido/Hendra, juara dunia 2007, kalah dua game langsung 16-21, 13-21 oleh pasangan unggulan kelima itu dalam pertandingan penutup yang digelar di Stadion Pierre de Coubertin, Paris, Prancis, Sabtu (Minggu dinihari WIB).

Kekalahan Kido/Hendra itu menyisakan Taufik Hidayat sebagai satu-satunya wakil Indonesia di final Kejuaraan Dunia yang akan digelar Minggu siang waktu setempat.

Pertandingan berlangsung ketat baik pada game pertama maupun kedua dengan selisih angka tidak pernah lebih dari tiga poin. Namun kesalahan yang kerap dilakukan pasangan Indonesia banyak memberi poin gratis bagi lawan.

Sementara Fu/Cai, mereka mampu melakukan penyelesaian dengan baik, terutama saat mengunci permainan Kido/Hendra pada sejak 16-17 hingga 16-21 game pertama dan 13-13 hingga 13-21 pada game kedua untuk membukukan kemenangan.

“Kecewa sih ada, tetapi sudah nggak lah, saya sudah berjuang maksimal kok,” kata Kido yang mengaku banyak melakukan kesalahan.

“Bukan tegang, tetapi terburu-buru terus, mainnya tidak sabaran,” katanya mengakui saat dihubungi usai pertandingan.

Sementara Hendra mengaku berusaha menyerang tetapi tidak tembus. “Kami berusaha menyerang tetapi tidak tembus, saat terserang balik, kami banyak melakukan kesalahan,” kata Hendra.

Meski demikian, Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto yang mendampingi mereka bertanding di Paris menilai secara teknis Kido/Hendra tidak kalah namun pasangan China lebih siap menghadapi pertandingan tersebut.

“Kido/Hendra sudah maksimal, tetapi tetap kalah. Lawan sangat kuat serangan maupun pertahanannya sehingga membuat Kido sering agak emosi serangannya dan mati sendiri,” kata Yacob.

“Mudah-mudahan dengan persiapan yang lebih baik nanti di Asian Games dapat membalas,” tambahnya.

Kemenangan tersebut membawa juara bertahan Fu/Cai bertemu pasangan Malaysia unggulan teratas Koo Kien Keat/Tan Boon Heong pada partai final untuk mempertahankan gelar mereka.

China menempatkan finalis pada seluruh kelima nomor yang dipertandingkan dan sudah memastikan tiga gelar melalui final antara sesama pemain China pada tunggal dan ganda putri serta ganda campuran.

Hanya Taufik dan pasangan Malaysia Koo/Tan yang merupakan finalis dari luar negeri Tirai Bambu itu.

Berikut ini susunan partai final yang akan digelar di Stadium Pierre de Coubertin, Paris mulai pukul 13.00 waktu setempat (18.00 WIB), angka di depan nama menunjukkan unggulan:

Ganda campuran: 8-Zheng Bo/Ma Jin (China) v 6-He Hanbin/Yu Yang (China)
Tunggal putra: 5-Taufik Hidayat (Indonesia) v 4-Chen Jin (China)
Tunggal putri: 7-Wang Lin (China) v 3-Wang Xin (China)
Ganda putri: 1-Ma Jin/Wang Xiaoli (China) v 2-Du Jing/Yu Yang (China)
Ganda putra: 1-Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (Malaysia) v 5-Fu Haifeng/Cai Yun


Ant/tya

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…