Minggu, 29 Agustus 2010 17:28 WIB Ekonomi Share :

Jelang Lebaran, IHSG bakal cenderung melemah

Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan dibayang-bayangi faktor eksternal yaitu pelemahan bursa Wall Street akibat ancaman deflasi ekonomi Amerika Serikat (AS). Hal ini menjadikan indeks cenderung turun akibat investor yang memilih untuk wait and see.

Menurut Analis Recapital Securities, Agustini Hamid, pada perdagangan awal pekan depan, IHSG bakal cenderung melemah setelah pada Jumat (27/8) lalu indeks ditutup melemah 40,402 poin (1,28%) ke level 3104,733. Indeks LQ 45 juga melemah 8,999 (1,51%) ke level 586,680.

“Kalau melihat penutupan kemarin, support mencapai 3.050 dan ressistance 3.120,” ungkap Agustini di Jakarta Minggu (29/8).

Ia menambahkan, investor bakal cenderung mengambil langkah wait and see. Terlebih masih terdapat kekhawatiran akan ekonomi AS yang akan terpuruk.

Bursa Wall Street pekan ini memang terpuruk setelah sebelumnya Bank Sentral AS (Federal Reserve) mengingatkan proses pemulihan ekonomi AS telah melambat sehingga diperlukan stimulus tambahan.

“Market bergerak mix. Kita belum tahu mengarah kemana bank sentral. Apalagi pengumuman ekonomi Bank Sentral AS yang ternyata dibawah ekspektasi,” jelasnya.

Selain faktor eksternal, IHSG memang cenderung lesu lantaran makin dekatnya Hari Raya Lebaran. Volume perdagangan pun telah berada di bawah rata-rata harian biasa sebelum bulan Ramadhan, yakni sekitar Rp 1-2 triliun. “Saat ini kan sudah dekat lebaran, jadi pasar cenderung turun. Sudah bisa terlihat dari awal-awal,” katanya.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…