Minggu, 29 Agustus 2010 02:15 WIB Sport Share :

Incar podium di Belgia, Rio berharap lintasan Spa kering

Solo (Espos)--Pembalap GP3 asal Solo, Rio Haryanto berharap lintasan balap di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia yang akan digunakan untuk penyelenggaraan GP F1, GP2 dan GP3 tidak basah oleh air hujan.

Dikhawatirkan jika sirkuit tersebut tak kering akan berbahaya.

“Kalau hujan, Spa bakal minim penglihatan dan itu berbahaya. Semoga trek akan kering saat lomba sehingga saya akan berusaha mendapatkan poin lagi. Saya pikir momen di mana saya tidak berhasil mendapatkan poin pada beberapa <I>race<I> terakhir harus segera dilupakan,” ujar dia dalam siaran pers yang diterima di Solo, Sabtu (28/8).

Pembalap yang menempati urutan kelima klasemen sementara pembalap GP3 itu mengatakan guna mewujudkan harapannya yang dikemukakan di Solo beberapa waktu lalu, yaitu ingin naik podium, diperlukan kerja keras. Karena itu setelah libur balapan hingga empat pekan, Rio kini harus bekerja keras lagi.

Guna mempersiapkan fisiknya, putra mantan pegokart nasional, Sinyo Haryanto ini harus menggembleng fisiknya dengan latihan keras. Bahkan untuk sementara dia mengaku harus meninggalkan ibadah puasa.

“Ya benar, saya tidak menjalankan ibadah puasa karena harus latihan fisik yang berat demi tuntutan profesi. Balapan di GP3 dan di Eropa secara umum memang membutuhkan fisik yang bagus,” papar pemuda kelahiran Solo, 22 Januari 1993 itu.

Menyinggung soal karakter sirkuit Spa, Rio menyatakan sirkuit tersebut dianggap sebagai sirkuit yang menantang. Mayoritas pembalap bahkan menyukai sirkuit sepanjang 7,004 km dengan arah lintasan clockwise (searah jarum jam) ini.

Dia menambahkan ketika melakukan tes di sana Rio mengaku benar-benar merasakan nikmatnya melahap sirkuit ini. Dia menilai melintas di Spa butuh momentum bagus saat melibas tikungan cepat.

“Spa-Francorchamps adalah sirkuit legendaris F1. Jadi, jangankan mayoritas pembalap F1 yang menyukai trek ini, pembalap yang baru bertarung di Eropa seperti saya saja sudah langsung jatuh cinta,” ungkap pemuda bertinggi 170 cm dengan berat badan 60 kg itu.

ian

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

BANDARA KULONPROGO
Warga Terdampak Bandara Usung Barang Pekan Ini

Perpindahan warga terdampak bandara ke area relokasi dijadwalkan akhir pekan ini. Solopos.com, KULONPROGO— Perpindahan warga terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) secara serempak, atau yang disebut bedol desa menuju permukiman relokasi akan dimulai Sabtu (21/10/2017) akhir pekan ini. Kepala…