Minggu, 29 Agustus 2010 23:05 WIB News Share :

Fachri 'serang' KPK di Twitter, citra bersih PKS dipertanyakan

Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR Fachri Hamzah menyerang habis-habisan KPK melalui akun twitternya. Sikap Wasekjen PKS itu justru dibandingkan dengan slogan PKS yang dikenal dengan citra bersih. Apakah PKS memang anti pada KPK?

“Selama ini PKS dikenal sebagai partai bersih. Lalu bagaimana dengan sikap kadernya yang mencoba melemahkan KPK?” kata peneliti hukum Indonesia Corrution Watch (ICW) Febridiansyah di Jakarta, Minggu (29/8).

Sikap diam PKS atas pernyataan Fachri yang dinilai ‘menyerang’ KPK dikhawatirkan justru akan merusak citra partai yang dikenal pro pada pemberantasan korupsi.

“Semestinya partai bersikap atas kader yang dinilai melanggar haluan tentang semangat antikorupsi,” jelasnya.

Sebelumnya, kritikan Fahri di situs mikroblogging mendorong para tweeps turut berkicau, balas mengecamnya. Sebab di timelinenya, Fahri bersuara miring pada lembaga KPK.

“Kalian digaji besar…gaji satpam KPK sama dengan gaji kombes atau malah pati…jangan sok jago…kalian juga anak bangsa kalian sendiri!!” tulis politisi PKS ini.

Fahri mengatakan akan mencari pimpinan KPK yang bisa mengerti masalah secara luas. “Percayalah! Kita tidak sedang mencari malaikat…kita cari manusia biasa, ada keberanian dan kuat karakternya..paham masalah secara luas!” tulisnya.

Namun, Fahri membantah dirinya menjelek-jelekkan KPK. Menurutnya, tulisannya di twitter merupakan bentuk kritikan terhadap KPK. “Memangnya tidak boleh kalau saya melakukan kritikan?” tanya dia saat.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…