Minggu, 29 Agustus 2010 21:06 WIB Solo Share :

“Anak menjadi komoditas sistem kapitalis”

Solo (Espos)–Sistem kapitalisme dinilai telah menjadikan anak-anak sebagai komoditas sehingga anak-anak menjadi korban dari sistem.

Hal tersebut mencuat dalam seminar dengan tema Selamatkan Anak dari Ancaman Pasar yang digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Solo di Gedung DPRD Solo, Minggu (29/8).

Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Kakak Solo, Nining S Muktamar mengatakan harus ada peran dari negara untuk melindungi anak. “Sampai saat ini, anak-anak masih terjajah. Tidak secara psikis saja, namun juga fisik. Secara psikis banyak dunia anak yang terenggut dan secara fisik anak masih menjadi komoditas,” papar Nining.

Dia mengatakan Indonesia telah meratifikasi Konvensi Hak Anak (KHA) sehingga Indonesia harus mematuhi aturan dalam KHA. Namun, lanjut dia, kenyataannya masih banyak kasus pelanggaran hak anak mulai mempekerjakan anak, perdagangan anak hingga kekerasan seksual.

Medio Januari-Juni 2010, Yayasan Kakak mendampingi 10 kasus kekerasan seksual. Sebelumnya ada 77 kasus untuk periode 2005-2008 dan 28 anak periode 2008-2009. “Pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan perlindungan terhadap anak-anak agar hak-hak mereka terjamin,” tegas dia.

Sedangkan dosen Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Mercubuana Jogja, Tri Guntur Narwaya menegaskan anak-anak tidak hanya menjadi sasaran langsung dari sistem kapitalisme, namun anak telah diletakkan sebagai komoditas dengan banyaknya kasus perdagangan anak.

Dia menilai anak-anak dan perempuan menjadi komunitas yang paling rentan dari berbagai konsekuensi kapitalisme. Bagi Tri Guntur yang paling memrihatinkan adalah hilangnya lingkungan bagi anak untuk tumbuh kembang secara baik.

“Sekarang tumbuh masyarakat pasif. Anak tidak lagi bermain bersama teman-temannya, tapi di rumah main game. Akhirnya ikatan-ikatan dalam masyarakat menjadi lepas dan itu memiliki dampak yang luar biasa pada kepribadian anak,” papat Tri Guntur.

dni

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….