KPK
Sabtu, 28 Agustus 2010 08:44 WIB News Share :

PKS
Busyro berpeluang gantikan Antasari

Jakarta–Jika dibandingkan dengan Bambang Widjoyanto, Muhammad Busyro Muqoddas berpeluang menggantikan Antasari Azhar di kursi Ketua KPK. Karena mantan Ketua Komisi Yudisial itu dinilai dekat dengan kalangan DPR.

“Tinggal bagaimana melihat faktor hubungan. Kalau itu, BM (Busyro Muqoddas) secara personal lebih dekat dengan Komisi III DPR dibandingkan dengan Bambang Widjoyanto. Jadi kansnya BM lebih besar,” tutur anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Djamil, di Jakarta, Sabtu (28/8).

Sementara Bambang, dinilai dia, memiliki latar belakang LSM. Namun, ditegaskan Djamil, bukan berarti Komisi III DPR khawatir dengan potensi Bambang. “Inilah saya berprediksi kans BM lebih besar ketimbang BW,” katanya.

Kendati demikian, ia mengatakan, keduanya memiliki peluang yang sama. Sebab, keduanya memiliki rekam jejak alias track record yang bagus. Sehingga, keduanya pun berpeluang sama untuk menggantikan posisi Antasari Azhar di kursi ketua KPK.

“Masih punya peluang sama-sama. Tergantung meyakinkan DPR terkait pemberantasan korupsi di Indonesia. Namun keduanya saya berharap menahan diri dari komentar. Sehingga fokus membangun komunikasi yang baik dengan Komisi III DPR,” imbuh Djamil.

Seperti diberitakan sebelumnya, Panitia Seleksi pimpinan KPK telah menyerahkan dua nama ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dua nama itu adalah Bambang Widjoyanto dan Busyro Muqoddas.

Setelah itu, Presiden SBY akan menyerahkannya ke Komisi III DPR untuk dilakukan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test sebagai salah satu pimpinan KPK. Terpilihnya satu diantara dua tersebut, tidak otomatis mengantarkannya duduk di kursi ketua KPK. Sebab akan dilakukan pemilihan ulang terkait hal tersebut.

inilah/rif

PT. ABRAR TUJUH BERSAUDARA ISLAMI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Jangka Kamardikan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (15/8/2017), karya Bandung Mawardi dari Bilik Literasi. Alamat e-mail bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Setahun setelah peristiwa bersejarah, proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, terbit buku berjudul Djangka Djajabaja Sempoerna dengan Peristiwa Indonesia Merdeka garapan…