Sabtu, 28 Agustus 2010 22:35 WIB News Share :

Pemerintah waspadai masuknya barang impor ilegal

Jakarta--Pemerintah akan mewaspadai barang impor ilegal masuk ke Indonesia, baik berupa tekstil maupun garmen (pakaian jadi), menjelang Lebaran.

“Saya mendapat laporan barang impor konsumsi tekstil dan makanan itu banyak beredar di Indonesia,” ujar Menteri Perindustrian M.S. Hidayat saat melakukan kunjungan kerja di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (28/8).

Ia mengatakan berdasarkan laporan dari asosiasi dan kalangan industri, saat ini banyak barang konsumsi asal China beredar di Indonesia. Namun, menurut laporan Ditjen Bea dan Cukai, peningkatan barang impor justru didominasi oleh kendaraan bermotor.

“Ini ada ketidaksamaan antara laporan dari pihak industri dengan laporan Bea Cukai. Mungkin, barang konsumsi yang masuk ke Indonesia ilegal. Saya bukan menuduh, ini hanya kehati-hatian saja,” ucapnya.

Dikatakan dia, kewaspadaan tersebut perlu dilakukan agar negara tidak dirugikan. Untuk itu, Ditjen Bea dan Cukai diminta untuk melakukan penahanan dan pemeriksaan yang ketat terhadap arus barang dengan menyesuaikan antara perizinan dan barang masuk.

“Ini perlunya bagi Bea dan Cukai untuk melakukan ‘safeguard’ terlebih dahulu, pemeriksaan barang, dan perizinannnya disinkronkan sehingga dipastikan bukan barang ilegal,” katanya.

Hidayat dalam kesempatan itu sempat bertanya mengenai keefektifan “early warning system” yang belum memberikan respons atas kenaikan impor sebesar di atas 8 persen.

Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai Ditjen Bea dan Cukai Susiwijono mengatakan terdapat sekitar 177 sektor industri yang terancam impor dari China, termasuk peningkatan barang-barang baku dan modal.

Ia menambahkan ada total peningkatan impor pada Juli sebesar 20,3 persen dibandingkan jumlah barang yang masuk ke Indonesia pada bulan Juni.

“Akibat perdagangan bebas ACFTA, impor meningkat 36,4 persen,” katanya.

Menurut dia, jenis impor dengan peningkatan terbesar berupa kendaraan bermotor sebesar 299 persen dan negara terbesar yang melakukan impor ke Indonesia adalah Thailand.

“Meski dilihat Thailand terbesar, perilaku negara lain, barang asal Cina bisa masuk melalui negara lain,” ujarnya.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan institusi pelayanan kepabeanan dapat meningkatkan pengawasan terhadap masuknya barang impor terkait dengan adanya kemungkinan masuknya barang ilegal.

“Cermati betul ‘sertifikat of origin’. Metode ‘early warning system’ saya minta diselesaikan. Kita rapatkan kamis pagi bisa ditetapkan dengan BKF sudah ada keputusan sistem early warning seperti apa,” ujarnya.

Mengenai adanya laporan meningkatnya impor barang konsumsi, Hatta mengatakan volume kendaraan bermotor saat ini terlihat meningkat di Jakarta.

“Kalau kita lihat mobil penumpang semakin banyak di Jakarta, ini yang membuat macet. Jadi, kalau memang ada persoalan tolong dicermati,” ujarnya.

Ant/nad

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…