Sabtu, 28 Agustus 2010 23:55 WIB Issue Share :

Pegiat seni gelar Ngamen Puisi Wiji Tukul

Solo (Espos)–Pegiat Seni di Solo, Buletin Pawon dan Sekar Dewi dengan didukung Balai Soedjatmoko Solo, Ekalya Studio dan Mataya menggelar Ngamen Puisi Wiji Thukul di teras Balai Soedjatmoko Solo, Minggu (29/8) pukul 11.00 WIB hingga 14.00 WIB.

Mereka menggandeng sejumlah pelajar, mahasiswa dan pegiat seni ikut ambil bagian dalam acara yang diselenggarakan serentak di beberapa kota, seperti Jakarta, Solo, Jombang, Bandung, Palembang mulai Sabtu-Minggu (28-29/8).

Acara perdana ini untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-47, penyair rakyat yang dihilangkan penguasa, Wiji Thukul.

Koordinator acara, Fanny Chotimah menjelaskan sengaja menyelenggarakan kegiatan itu untuk mengenang perjuangan Wiji melalui karya-karyanya.

Meski, memilih kata ngamen, Fanny tak menjadikan hal itu sebagai tujuan utama. Intinya, supaya generasi muda tidak lupa kejadian di masa lampau. Selain Wiji, masih banyak orang dihilangkan di masa Orde Baru.

m88

Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Menggali Keluhuran Ajaran Leluhur

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (14/8/2017). Esai ini karya Al. Waryono, guru di SMKN 2 Klaten yang merupakan alumnus Pascasarjana Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung. Alamat e-mail penulis adalah al.waryono62@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Orang Barat (Eropa) berusaha menaklukkan alam dengan kepandaian…