Sabtu, 28 Agustus 2010 13:40 WIB News Share :

Kemenhut siapkan lokasi penampungan harimau Sumatera

Bengkulu–Kementerian Kehutanan (Kemenhut) akan menyiapkan tiga lokasi tempat penampungan Harimau Sumatera agar tidak berkeliaran di sekitar perkampung penduduk, seperti terjadi selama ini.

“Kita segera menyiapkan tiga lokasi tempat penampungan Harimau Sumatera agar tidak mencari makan di permukiman masyarakat,” kata Direktur Jenderal Pengamanan Hutan Konservasi (PHK) Kemenhut, Darori, di Bengkulu, Sabtu (28/8).

Kedatangan Dirjen PHK Kemenhut melepas keberangkatan Harimau Sumatera yang ditangkap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) beberapa waktu lalu dari Bengkulu ke Tanaman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Darori mengatakan, tiga lokasi tempat penampungan Harimau Sumatera yang disiapkan itu, antara lain Tanaman Nasional Kerici Sebelat, Tanam Nasional Gunung Luser dan Tanaman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Ketiga tanaman nasional itu berada di Pulau Sumatera, TNBBS berada Provinsi Lampung, TN Gunung Luser di Provinsi Aceh Nangroe Darussalam (NAD) dan TNKS berada di Provinsi Jambi, Bengkulu dan Sumsel.

Luas hutan ketiga taman nasional ini sekitar 2 juta hektare, sehingga harimau yang ada di dalam taman ini dijamin tidak akan kekurangan makanan karena tersedia cukup banyak. Dengan demikian, mereka tidak akan mencari makan di sekitar perkampungan penduduk seperti yang sering terjadi di berbagai daerah di Tanah Air, termasuk Bengkulu.

Terkait dengan disiapkan tiga lokasi penampungan Harimau Sumatera tersebut, Kemenhut telah memprogramkan akan mengembangbiakan binatang buas tersebut, sehingga jumlahnya bertambah banyak dari sekarang.

“Sekarang kita sedang menyusun aturan tentang pengembangbiakan Harimau Sumatra di Indonesia. Raja hutan ini jika tidak dikembangkan jumlahnya akan terus berkurang karena diburuh masyarakat,” ujarnya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…