Sabtu, 28 Agustus 2010 12:36 WIB News Share :

DPR
Malaysia harus minta maaf

Jakarta–DPR yakin Malaysia telah melakukan pelanggaran batas perairan Indonesia dan harus bersedia minta maaf.

“Pelanggaran pihak Malaysia itu jelas, Menlu meyakinkan meskipun GPS mati, petanya sudah dikonfirmasikan ke Malaysia dan Malaysia setuju,” kata anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat Roy Suryo, dalam diskusi di Restoran Warung Daun, Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (28/8). GPS adalah alat yang bisa memetakan wilayah perairan di batas terluar

Namun pada kesempatan yang sama, pengamat hukum internasional, Hikmahanto Juwana mengatakan jika peristiwa penangkapan petugas KKP terjadi di wilayah perairan Indonesia, Pemerintah Malaysia harus meminta maaf. “Ada masalah hukum, tapi nantinya politik. Tentukan dimana terjadinya penangkapan itu. Karena, kalau terjadinya di kita, Malaysia harus minta maaf. Tapi kalau terjadi di Malaysia, kita minta maaf,” tegas Hikmahanto.

Bukan ketegasan pemerintah Indonesia yang dinilai publik, melainkan adanya istilah barter yang dipersepsikan masyarakat, dengan dikembalikannya 7 nelayan Malaysia oleh Pemerintah Indonesia dan Malaysia mengembalikan 3 petugas KKP yang ditangkapnya.

“(Jadi) Mengapa tidak ada penyelesaian hukum? Hingga saat ini diplomasi antara Kementerian Luar Negeri Indonesia dengan Malaysia telah dilakukan, namun belum ada kesepakatan siapa yang seharusnya meminta maaf atas pelanggaran yang terjadi di perbatasan,” tukasnya.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…