Sabtu, 28 Agustus 2010 15:43 WIB Ekonomi Share :

Dirjen Perkeretaapian
Ada sejumlah masalah jelang mudik

Jakarta–Jajaran Ditjen Perkeretaapian mulai melakukan pengecekan ke berbagai daerah soal kesiapan mereka menghadapi arus mudik. Ada beberapa perbaikan yang harus segera dilakukan agar pemudik dapat menikmati perjalanannya dengan nyaman.

Dirjen Perkeretaapian, Tunjung Inderawan, menceritakan sejak pekan lalu ia sudah menyusuri jalur Jakarta, Cirebon, Yogya, Banyuwangi, Pekalongan hingga Surabaya. Tunjung ingin melihat kesiapan sarana, prasarana dan SDM yang mereka miliki dalam menyambut hari raya Lebaran.

Dalam pemantauannya, Tunjung menemukan beberapa persoalan yang harus segera diatasi. Mulai dari ada wilayah yang rawan pelemparan, pencurian, tanah yang labil, longsor serta jembatan yang harus kembali diperkuat.

“Untuk yang rawan pelemparan itu di daerah Cirebon,” jelas Tunjung, Sabtu (28/8).

Untuk rawan pencurian, Tunjung menyebut daerah Jatiroto-Banyuwangi. Tanah di sekitar kawasan Lamongan, lanjut Tunjung, juga tergolong labil. Jalurnya diperkirakan sepanjang 1,5 KM.

Untuk jalur Pantura, Tunjung berharap jangan ada kereta yang melaju cepat. Pasalnya trek di kawasan ini cukup berkelok-kelok.

“Agak diperlambat supaya tidak keluar jalur, ke depan akan kita bikin supaya rel nya lurus,” jelas Tunjung.

Jembatan yang melintasi sungai Serayu, arah Kroya ke Bandung juga harus ada yang diperkuat beberapa pondasinya. “Tapi saya yakin, sebelum arus mudik dimulai, seluruhnya bisa diatasi, kita semua terus bekerja,” jawab Tunjung.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…