Andi Soraya (JIBI/dok) Andi Soraya (JIBI/dok)
Sabtu, 28 Agustus 2010 14:39 WIB Issue Share :

Artis Andi Soraya siap dipenjara

Jakarta-– Bintang film Andi Soraya siap menjalani hukuman penjara selama tiga bulan atas kasus penganiayaan. Kesiapan itu disampaikan manajernya, Tata Liem.

“Sudah siap. Ya hitung-hitung pesantren di dalam penjara,” kata Tata saat ditemui wartawan di kawasan Fatmawati, Jakarta, akhir pekan ini.

Tata sudah mendengar Andi akan dibawa ke Tahanan Wanita Pondok Bambu, Jakarta Timur, pada Senin (30/8) pekan depan. Namun, ia belum berkomunikasi lagi dengan Andi atas kabar itu.

Yang pasti, Andi sudah siap menerima keputusan tertinggi pengadilan itu. “Andi itu orangnya bertanggung jawab dan taat hukum. Itu sudah dalam proses hukum,” katanya. “Lagipula dia bukan pembunuh atau pemakai narkoba, memang lagi kena apesnya aja.”

Tata memastikan bahwa Andi tak akan melakukan perlawanan hukum lagi atas Keputusan Mahkamah Agung itu. Yang menjadi fokus saat ini adalah nasib anak-anaknya selama Andi di penjara. Selama ini, anak-anaknya tak terbiasa jauh dengan Andi semenjak berpisah dengan Steve Emanuel. “Mungkin Steve akan mengurusi anak-anaknya saat Andi di penjara.”

Artis berdarah Makassar itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dalam kasus penganiayaan terhadap Sri Sukaesih. Andi terbukti bersalah pernah melempar gelas ke Sukaesih di sebuah klub malam di bilangan Kemang. Andi dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Kasus ini masuk ke pengadilan. Sidangnya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pengadilan memutuskan menjatuhkan hukuman pada artis berkulit putih itu tiga bulan penjara.

Andi tak terima dan mengajukan banding. Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memutuskan tiga bulan penjara dengan masa percobaan selama enam bulan. Tetapi, jaksa tidak puas dengan hasil banding tersebut. Lalu, jaksa mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung yang akhirnya mengabulkan kasasi dari jaksa.

vivanews/rif

Distributor Simas & Bimoli, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kota Penyair Perlawanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (16/8/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dalam rangka memperingati hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 1982,…