Sabtu, 28 Agustus 2010 09:30 WIB Hukum Share :

29 Remaja terjaring razia

Kendari–Sebanyak 29 remaja putri di Kendari, Sulawesi Tenggara, terjaring dalam razia yang dilakukan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmgrasi, Jumat malam hingga Sabtu (28/8) dini hari.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Kendari Boy Azis, di Kendari, Sabtu dini hari, usai razia mengatakan, razia ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan setiap Ramadhan.

“Sasaran razia kali ini pantai dan Hotel Mayaria, terus menyusuri sepanjang pantai Kendari beach, yang dimulai pukul 22.00 wita hingga pukul 01.30 dini hari,” katanya.

Ia mengatakan para remaja yang terjaring tersebut kebanyakan berusia belasan tahun dan yang paling muda usianya berumur 16 tahun, dan yang tertua sekitar 22 tahun.

“Mereka yang terjaring kebanyakan remaja perempuan yang berkeliaran pada jam tengah malam yang berada di sepanjang pantai Kendari,” ujarnya.

Tetapi, kata dia, ada salah seorang remaja yang ditemukan di dalam hotel Mayaria, semua remaja yang dijaring tersebut karena tidak memiliki tanda pengenal dalam hal ini kartu tanda penduduk (KTP).

Razia ini mendapat dukungan dari Kepolisian Resort Kota (Polresta) Kendari dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat.

Ke-29 remaja yang terjaring tersebut kemudian digiring ke kantor walikota untuk didata nama dan alamatnya, kemudian gambar mereka di ambil satu persatu oleh pihak Dinsosnakertrans.

Setelah itu, mereka diberi pengarahan dari Kepala Dinsosnakertrans dan kepala Satpol PP Kota Kendari, selanjutnya mereka disuruh untuk menghubungi keluarga masing-masing untuk menjemput mereka pulang.

“Alasan kami memanggil orang tua mereka agar orang tuanya mengetahui kelakuan anak atau keluarga mereka di luar, sudah jam istrahat tetapi masih berkeliaran di jalan,” katanya.

ant/rif

lowongan kerja
lowongan kerja HORIZON, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Tokoh Zaman yang Langka

Gagasan ini dimuat Harian Solopos Kamis (8/6/2017), ditulis A. Windarto, peneliti di Lembaga Studi Realino Sanata Dharma Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Esai Albertus Rusputranto P.A. berjudul Bung Karno, Lenso, Cha-Cha (Solopos, 2/6/2017) memperlihatkan betapa legendarisnya Presiden pertama Republik Indonesia itu. Pasukan pengawal…