Jumat, 27 Agustus 2010 21:21 WIB Boyolali Share :

Volume sampah pada Bulan Ramadan naik 10%

Sukoharjo (Espos)–Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mencatat kenaikan volume sampah rumah tangga pada Bulan Ramadan ini naik hingga 14 meter (m)3 atau 10% dibanding volume sampah di hari-hari biasa.

Selanjutnya kenaikan volume sampah paling signifikan terjadi di Kartasura. Khusus sampah di Kartasura, DPU mencatat tidak hanya dihasilkan dari rumah tangga melainkan juga dari pasar tradisional yakni Pasar Kartasura yang merupakan salah satu pasar terbesar di Kota Makmur.

Kepala Unit Kebersihan dan Persampahan DPU, Gatot Febrijanto mengungkapkan, selama Ramadan, volume sampah memang mengalami kenaikan. Apabila di hari-hari biasa, volume sampah yang diangkut menuju ke tempat pembuangan akhir (TPA) antara 130 m3 hingga 140 m3, sekarang ini mengalami kenaikan hingga 10% atau menjadi kurang lebih 154 m3.

“Kami amati selama Ramadan ini volume sampah memang naik. Untuk wilayah yang mengalami kenaikan kami kira merata namun begitu Kartasura masih menjadi wilayah yang paling banyak menghasilkan sampah,” jelasnya ketika dijumpai Jumat (27/8).

Gatot menambahkan, kenaikan volume sampah memang biasa terjadi ketika Ramadan hingga Lebaran. “Setiap Ramadan, volume sampah memang naik. Meski begitu kenaikannya tidak signifikan atau hanya 10%,” jelasnya.

Dengan adanya kenaikan volume sampah, Gatot menjelaskan, pihaknya saat ini telah  menyiagakan petugas patroli selain petugas pemungut sampah rutin. “Untuk petugas tambahan atau petugas patroli kami ambilkan dari petugas yang bekerja di TPA. Jadi total petugas pemungut sampah sekarang ini ada kurang lebih 70 orang.”

Gatot menambahkan, keberadaan tambahan tenaga patroli serta kendaraan operasional pengangkut sampah terbukti bisa mengantisipasi membeludaknya volume sampah. Oleh sebab itu kenaikan volume sampah hingga saat ini belum menjadi persoalan yang berarti.

Terkait sampah rumah tangga, Kasi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), Suyadi menjelaskan, belum semua keluarga menyadari arti pentingnya tempat sampah. Pasalnya, dari total 211.209 keluarga di Kota Makmur, jumlah keluarga yang memiliki tempat sampah baru sebanyak 155.330 keluarga. Artinya, baru 73,54% keluarga yang memiliki tempat sampah di kediaman mereka.

aps

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Bisnis Syariat ala Istana Pasir

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (14/7/2017). Esai ini karya Suharno, dosen di Program Studi Akuntansi dan Magister Manajemen Universitas Slamet Riyadi, Solo. Alamat e-mail penulis adalah suharno_mm_akt@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Dalam sepekan terakhir  kita dikejutkan dua kasus dugaan investasi bodong…