Jumat, 27 Agustus 2010 09:34 WIB News Share :

TKI NTB terancam hukuman mati di Malaysia

Mataram–Seorang TKI asal Sumbawa, NTB, termasuk dalam 177 orang TKI yang terancam hukuman mati di Malaysia. Kabar tersebut sudah sampai ke telinga Gubernur NTB Tuan Guru Haji M Zainul Majdi.

“Saya mendengar kabar warga saya yang berasal dari Sumbawa,” kata Gubernur seusai pertemuan dengan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI Moh Jumhur di Mataram, Jumat (27/8).

Gubernur mengaku belum mengetahui jati diri warganya yang terancam hukuman mati itu. Namun, katanya, warganya yang terancam itu diduga terkait kasus pembunuhan.
Gubernur berharap pemerintah pusat dapat memberikan bantuan hukum untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Sementara itu Jumhur kepada wartawan menyatakan pemerintah melakukan pembelaan secara hukum melalui pengacara di Malaysia untuk membantu menangani kasus para TKI yang terancam hukuman itu.

“Terpenting adalah jangan sampai ada kriminalisasi terhadap TKI,” jelasnya.

Ia menegaskan tak jarang TKI dikabarkan melakukan kekerasan padahal sesungguhnya berupa pembelaan diri karena diperlakukan secara tidak baik.  “Ini perlu ditelusuri,” ujarnya.

Pemerintah, katanya, akan melakukan pembelaan hukum seoptimal mungkin untuk menyelesaikan masalah itu secara baik.

ant/rif

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…