Jumat, 27 Agustus 2010 17:29 WIB News Share :

MUI
Lebih baik beri parsel untuk fakir miskin

Jakarta–Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung imbauan KPK agar masyarakat tidak memberikan parsel ke pejabat. Ada baiknya parsel itu diberikan kepada fakir miskin yang membutuhkan.

“Kalau mau bersedekah, memberi parsel ke dhuafa saja. Itu akan dijamin pahalanya bagi orang yang ikhlas. Bahkan rezekinya akan ditambah. Jadi kenapa harus ke pejabat?” kata Ketua MUI Amidhan saat dihubungi detikcom, Jumat (27/8).

Dia menjelaskan, imbauan KPK agar jangan memberikan parsel dan membuat ucapan selamat melalui iklan kepada pejabat pun dinilai sebagai sesuatu yang positif. “Kalau memberi parsel ke pejabat itu dapat diduga ada maksud tertentu, terkait dengan keinginan yang memberi parsel,” jelas Amidhan.

Imbauan KPK juga sudah sesuai dengan sumpah jabatan, di mana seorang pejabat tidak boleh menerima, baik secara langsung atau tidak langsung terkait profesi dari jabatannya. “Imbuannya bagus untuk kita bersifat preventif, apalagi di bulan puasa,” tutupnya.

Sebelumnya KPK mengimbau agar masyarakat tidak memberikan parsel dan pemberian lainnya kepada pejabat. Hal ini sepenuhnya diatur dalam Pasal 12 B Undang-Undang No 31/1999 jo UU No 20/2001, bahwa setiap gratifikasi kepada penyelenggara negara atau pegawai negeri dianggap suap apabila berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…