Jumat, 27 Agustus 2010 09:21 WIB Internasional Share :

Malaysia menolak minta maaf kepada Indonesia

Malaysia–Pemerintah Malaysia menolak meminta maaf kepada Indonesia terkait penangkapan tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dalam “Insiden 13 Agustus,” karena Malaysia yakin peristiwa tersebut terjadi di perairan mereka.

Malaysia pun tidak akan menuntut permintaan maaf dari pemerintah Indonesia terkait demonstrasi pembakaran bendera dan pelemparan tinja di depan kedubesnya.

Demikian menurut Menteri Luar Negeri Malaysia, Anifah Aman, terkait tuntutan permintaan maaf dari beberapa kalangan di Indonesia mengenai insiden itu, seperti dilansir vivanews.com, Jumat (27/8). Sebelumnya, Komisi I DPR RI mendesak pemerintah Indonesia untuk menyampaikan tuntutan permohonan maaf dari Malaysia terkait insiden tersebut.

Namun, dalam pernyataan di suatu media massa Malaysia, Anifah menegaskan bahwa penangkapan terjadi di wilayahnya sehingga polisi air Malaysia telah bertindak sesuai hukum ketika melakukan penangkapan pada 13 Agustus lalu.

Dia mengatakan bahwa yang diinginkan pemerintahnya adalah Indonesia menindak massa Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera). Pasalnya, mereka telah melecehkan lambang negaranya dengan membakar dan menginjak-injaknya serta melemparkan tinja saat berdemonstrasi di depan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Senin 23 Agustus 2010.

“Atas perilaku tidak layak yang dilakukan atas Malaysia, kami yakin tindakan itu tidak atas persetujuan pemerintah Indonesia. Lain halnya jika Jakarta mendukung kelompok ini (Bendera), kami akan meminta penjelasan, tapi bukan itu kasusnya,” ujar Anifah seperti dikutip dari laman The New Straits Times.

Anifah mengatakan bahwa Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak beserta seluruh kabinetnya yakin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menangani hal ini.

“Pemerintah Indonesia harus mengambil tindakan atas kelompok ini,” ujarnya seraya menambahkan bahwa dia yakin pemerintah Indonesia akan melakukan hal yang benar.

Mengenai anjuran perihal bepergian (travel advisory) ke Indonesia, Anifah menegaskan dia tidak akan segan-segan mengeluarkannya jika warga Malaysia terancam di Indonesia.

“Adalah kewajiban saya untuk memberitahukan kepada warga Malaysia mengenai insiden yang dapat membahayakan mereka.”

“Bendera ingin menggunduli warga kami dan mengirim mereka pulang? Ini adalah penghinaan bukan hanya bagi Malaysia tapi juga Indonesia karena banyak masyarakat yang tidak menyetujui tindakan ini,” ujarnya menanggapi rencana sweeping atas warga Malaysia oleh massa Bendera.

rif

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…