Jumat, 27 Agustus 2010 12:20 WIB News Share :

Kemenkes siapkan 3.719 Puskesmas di jalur mudik

Jakarta–Kementerian Kesehatan menggelar apel persiapan pelayanan kesehatan untuk mudik Lebaran. Kemenkes pun menyiapkan 3.719 Puskesmas di jalur mudik Jawa-Lampung.

“Selain itu, 500 pos kesehatan lapangan yang terdiri dari 418 Dinas Kesehatan dan 82 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) juga disiagakan. Sebanyak 1.229 ambulans Puskesmas juga disiapkan untuk membantu pemudik,” kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lapangan Kemenkes, Candra Yoga Aditama.

Hal itu disampaikan Candra dalam apel siaga kesiapan pelayanan kesehatan mudik lebaran di kantor Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (27/8).

Candra mengatakan, pihaknya menginstruksikan kepada kepala kantor kesehatan di bandara dan pelabuhan untuk menyiapkan pos kesehatan di tempat tugas mereka. “Pos kesehatan pelabuhan dimulai dari H-4. Sedangkan di bandara H-7,” jelasnya.

Disiapkan juga, lanjut Candra, pemeriksaan terhadap pengemudi bus terutama pemeriksaan kadar alkohol dan amphetamin. Pemeriksaan akan dilakukan di 18 terminal besar dari Jawa hingga Lampung. “Ini untuk membantu keselamatan penumpang,” ungkapnya.

Apel sendiri digelar pukul 09.15 WIB dengan dipimpin langsung oleh Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih. Seluruh personel yang akan disiagakan di pos mudik lebaran pun menjadi peserta apel.

Peserta terdiri dari kedokteran kepolisian (dokpol), para dokter dari sejumlah Puskesmas, rumah sakit pemerintah, dan personel di bidang promosi kesehatan.

Saat apel tersebut, Endang menyematkan rompi putih bertuliskan ‘Kesehatan’ kepada 2 perwakilan peserta. Endang kemudian meninjau beberapa unit kendaraan seperti ambulans yang akan digunakan dalam siaga mudik lebaran.

Endang lalu melepas secara simbolis sekitar 15 ambulans tersebut untuk siaga di masing-masing pos pelayanan kesehatan yang sudah ditentukan.

Dalam acara tersebut, Endang mengatakan, respons sehat menyangkut kesehatan masyarakat harus mendapatkan perhatian. Sebab pada masa arus mudik bisa saja terjadi penyakit menular seperti diare dan keracunan makanan.

“Bila kesiapan respons kesehatan diabaikan maka jumlah korban KLB bisa lebih besar dari korban lalu lintas,” pintanya.

Menurut Endang, jika ingin melakukan perjalanan jauh, kondisi fisik pemudik harus sehat, bugar meskipun dalam keadaan berpuasa.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…