Jumat, 27 Agustus 2010 15:34 WIB Boyolali Share :

Hindari tabrakan frontal, truk penuh muatan terguling

Boyolali (Espos) — Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Solo-Semarang, Jumat (27/8) dinihari. Sebuah truk bermuatan mi soon Nopol F 9579 FA terguling ke jurang sedalam sekitar 10 meter di Gatak, Kebontimun, Boyolali.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, dua orang terluka dan dilarikan ke RSU Pandan Arang Boyolali guna perawatan lebih lanjut. Informasi yang dihimpun Espos dari lokasi kejadian, Jumat, menyebutkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB.

Saat itu, truk yang dikemudikan Suwarno, 41, warga Ngranti, Boyolangu, Tulungagung itu melaju dari arah timur (Solo) menuju barat (Semarang). Sesampai di lokasi kejadian, tiba-tiba muncul mobil Suzuki Carry pikap Nopol AD 1664 VS yang dikemudikan Sudaryono, 29, Dukuh Dlingsem, Desa Mojo, Andong dari arah Semarang menuju Solo. Di lokasi kejadian, mobil berjalan oleng dan melewati garis marka.

Untuk menghindari kecelakaan frontal dan lebih fatal, sopir truk membanting setir ke kiri. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil. Tabrakan tidak bisa dihindari. Bodi mobil ringsek, setelah menghantam bagian kanan truk. Selain itu, truk dengan muatan 6 ton mi soon itu terguling ke jurang.

Akibat peristiwa itu, sopir mobil pikap mengalami luka parah. Kaki kiri patah. Penumpang mobil, Dwi Murwanto, 26,  mengalami luka dan harus mendapat perawatan di RSU Pandan Arang. Sementara, sopir truk tidak mengalami luka. Hanya saja, muatan tumpah ke dalam jurang.

Kapolres Boyolali AKBP Romin Thaib melalui Kasatlantas AKP Sugandi mengatakan kecelakaan tersebut masih dalam penyelidikan petugas. Mobil pikap diamankan di Mako Satlantas. “Masih dalam penyelidikan petugas. Dugaan sementara, penyebab kecelakaan itu karena mobil berjalan oleng, sehingga sopir tidak bisa menguasai laju kendaraan,” ujarnya kepada wartawan.

fid

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…