Jumat, 27 Agustus 2010 15:16 WIB Solo Share :

DKK Solo perketat pengawasan terhadap produsen makanan

Solo (Espos)–Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo memperketat pengawasan terhadap kalangan produsen makanan, terutama produsen makanan olahan yang biasanya banyak bermunculan menjelang parayaan Lebaran.

Para produsen musiman itu diwajibkan mengantongi izin produksi dan mengikuti penyuluhan, sebelum mereka menjual produknya ke pasaran. Hal itu dikemukakan Kepala Bidang (Kabid) Upaya Kesehatan DKK Solo, Setyowati, ketika ditemui wartawan di Kantor DKK setempat, Jumat (27/8).

“Menjelang Lebaran seperti sekarang ini biasanya memang banyak produsen makanan musiman yang menawarkan produknya ke pasar-pasar tradisional, toko-toko ataupun swalayan. Sehingga beraneka jenis makanan atau snack dipastikan akan semakin membanjiri pasaran. Namun yang harus diperhatikan, mereka (produsen makanan-red) harus memiliki izin produksi sehingga dapat menjual produknya ke pasaran,” ujar Setyowati, didampingi Sekretaris DKK, Yanti Winoh Lantisah.

Terkait sanksi bagi produsen makanan yang tanpa menyertakan label, Setyowati menyebutkan pihaknya akan menginstruksikan kepada distributor untuk mengembalikan produk tersebut. Sedangkan dari sisi perlindungan konsumen, DKK secara rutin melakukan pengecekan atau inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional dan distributor makanan menjelang Lebaran.

sry

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…