Jumat, 27 Agustus 2010 19:44 WIB News Share :

Curhat soal pemeriksaan, AKP Sri Sumartini menangis

Jakarta--Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sri Sumartini tidak sanggup menahan air matanya saat menceritakan pemeriksaan di Mabes Polri sebagai tersangka.

Menurutnya, pemeriksaan sangat melelahkan, tidak ada waktu istirahat dan ditanya berulang kali.

“Sangat capek. Tidak ada istirahatnya. Pertanyaanya diulang-ulang,” kata AKP Sri Sumartini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jumat (27/8)

Air mata Tini–begitu ia dipanggil teman-temannya, pecah saat memberikan tanggapan atas keterangan saksi Saifudin Arif. Saat berganti ke saksi ke Nurlaili (pegawai bendahara di Mabes Polri), Tini masih terlihat sembab dan berkali-kali mengusap dengan sapu tanganya.

Adegan itu berlangsung sekitar 20 menit. Air mata Tini berakhir saat sidang hendak selesai.

“Kalau itu tidak benar, Pak Hakim. Pemeriksaan dilakukan apa adanya. Waktu salat ya salat. Istirahat ya istirahat,” sanggah Saifudin Arif.

Sidang akan dilanjutkan Selasa pekan depan (31/8) untuk meminta keterangan Roberto Antonius, ahli yang belum dipastikan namanya
dan seorang saksi memberatkan.

Sementara saksi jaksa Cirus Sinaga urung dihadirkan penuntut umum karena dirasa belum perlu.

“Karena untuk kasus ini tidak perlu,” ucap penuntut umum Harjo memberi alasan soal Cirus.

dtc/nad

lowongan kerja
lowongan kerja AKADEMI TEKNOLOGI WARGA SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Ketahanan Psikologis Mencegah Pelajar Bunuh Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/6/2017). Esai ini ditulis Ahmad Saifuddin, dosen di Institut Agama Islam Negeri Surakarta dan Sekretaris Lakpesdam PCNU Kabupaten Klaten. Alamat e-mail penulis adalah ahmad_saifuddin48@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (3/6/2017) saya terkejut ketika membaca Harian…