Kamis, 26 Agustus 2010 10:57 WIB News Share :

Tujuh calon pimpinan KPK jalani wawancara

Jakarta–Tujuh calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (26/8), menghadapi tahap seleksi berikutnya, wawancara. Seleksi ini dilakukan di hadapan publik.

Tujuh nama terpilih adalah Bambang Widjojanto, Chaerul Rasjid, Fachmi, I Wayan Sudirta, Jimly Asshiddiqie, Meli Darsa, dan Busyro Muqoddas.

Seleksi wawancara ini diselenggarakan Panitia Seleksi (Pansel) Pimpinan KPK  mulai pukul 09.00 WIB di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta.

Wawancara diawali calon Bambang Widjojanto. Para calon pengganti Antasari Azhar ini dihadapkan pada anggota Pansel yang duduk membentuk huruf ‘U.’

Di depan calon, duduk anggota Pansel Patrialis Akbar, Ritonga, Soeharto, dan Ahmad Ubbe. Di sebelah kanan calon, duduk penguji Todung Mulya Lubis, Rhenald Kasali, Erry Riyana Hardjapamekas, Fajrul Falaakh, dan Hariadi B Sukamdani. Sementara di sebelah kiri calon duduk penguji Syafii Ma’arif, Chusnul Amal, Basrief Arief, dan Akhiar Salmi.

Aturan mainnya, satu calon akan diwawancarai seluruh anggota Pansel yang diketuai Patrialis Akbar. Semua anggota Pansel diperbolehkan untuk bertanya kepada calon yang sedang diuji.

Setiap calon akan diberikan waktu wawancara selama satu jam. “Kalau terlambat datang, kita beri toleransi 30 menit,” kata Ketua Pansel Patrialis Akbar.

Pertanyaan yang akan diajukan kepada calon kata Patrialis, menyangkut semua aspek. Termasuk hal-hal yang sudah diketahui oleh publik, dapat diklarifikasi langsung secara terbuka.

Namun, pertanyaan yang menyangkut moral pribadi calon, Patrialis menyatakan, tidak akan ditanyakan secara terbuka. “Yang menyangkut pribadi, klarifikasi hanya oleh tim secara tertutup. Itu lebih kepada moral pribadi,” ungkapnya.

vivanews/rif

Bagian Sirkulasi SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Jangka Kamardikan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (15/8/2017), karya Bandung Mawardi dari Bilik Literasi. Alamat e-mail bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Setahun setelah peristiwa bersejarah, proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, terbit buku berjudul Djangka Djajabaja Sempoerna dengan Peristiwa Indonesia Merdeka garapan…