Kamis, 26 Agustus 2010 16:07 WIB News Share :

Minat warga Salatiga jadi TKI rendah

Salatiga (Espos)–Minat warga Kota Salatiga untuk bekerja di luar negeri dengan menjadi TKI (tenaga kerja Indonesia) sangat rendah. Dampaknya, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) setempat tak pernah dipusingkan persoalan TKI seperti yang terjadi di beberapa daerah.

Kepala Bidang Penempatan Pelatihan dan Transmigrasi pada Dinsosnakertrans Kota Salatiga, Sahlan, mengatakan tahun ini hanya tercatat satu warga saja yang berangkat ke luar negeri untuk menjadi TKI, tujuannya Malaysia. Kondisi tak jauh berbeda dengan terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

“Jangankan di luar negeri, saya kasih kesempatan untuk bekerja di Batam, diperusahaan elektronik, tidak ada yang daftar,” ungkap Sahlan kepada Espos, Rabu (25/8).

Kultur masyarakat Salatiga, jelasnya, berbeda dengan warga dari luar daerah yang berada di sekitarnya seperti Kabupaten Boyolali. Warga Salatiga lebih cenderung ingin bekerja di dalam kota.

“Sehingga kami tak memiliki persoalan menyangkut TKI, apalagi soal TKI yang diancam hukuman mati di luar negeri,” sambung dia.

kha

PT. ABRAR TUJUH BERSAUDARA ISLAMI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Jangka Kamardikan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (15/8/2017), karya Bandung Mawardi dari Bilik Literasi. Alamat e-mail bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Setahun setelah peristiwa bersejarah, proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, terbit buku berjudul Djangka Djajabaja Sempoerna dengan Peristiwa Indonesia Merdeka garapan…