Kamis, 26 Agustus 2010 18:32 WIB News Share :

Menko Polhukam enggan respons protes Malaysia

Jakarta–Menko Polhukam Djoko Suyanto enggan merespons protes Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Anifah, bahwa pihaknya hilang kesabaran terkait aksi demonstrasi di kantor Kedutaan Malaysia di Jakarta.

Djoko mengimbau agar para pendemo tidak melanggar aturan dalam menyampaikan pendapat.

“Tanya ke Menlu Malaysia, kok tanya ke saya. Saya tidak ingin menanggapi itu,” ujar Menkopolhukam Djoko Suyanto saat ditanya bagaimana respons pemerintah atas pernyataan Menlu Malaysia.

Hal itu disampaikan Djoko usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (26/8).

Djoko menambahkan, masing-masing orang mempunyai cara mengungkapkan pendapatnya. Dia juga belum mendengar tentang pernyataan Menlu Malaysia. Presiden SBY pun, katanya, saat bertemu tidak membahas masalah itu.

“Tidak membicarakan di situ,” kata Djoko saat ditanya bagaimana sikap Presiden menanggapi protes Malaysia.

Dia menegaskan, sikap Indonesia terhadap Malaysia sudah keras. Apa yang
dinyatakan Menlu Marty Natalegawa saat rapat di Komisi I DPR, Rabu kemarin itulah sikap pemerintah, yang tidak dapat diganggu gugat.

“Ikut nggak kemarin sidangnya Pak Marty di Komisi I? Kalau you ikut, jawabannya Pak Marty itu nggak lembut, keras memang. Itu dia, itu
menit-menit pertama. Karena you aja nggak lihat, nggak denger,” tegas Djoko kepada wartawan.

Mengenai sikap pendemo yang melempar kotoran manusia ke Kedubes Malaysia, Djoko mengimbau agar para pendemo tidak melanggar aturan.

“Saya selalu sampaikan dari dulu, demo, mengeluarkan aspirasi diberikan ruang dan kesempatan. Tetapi yang tidak melanggar aturan. Itu saja kuncinya. Terjemahkan sendiri itu,” tegasnya.

Bagaimana tentang pernyataan sekelompok WN Malaysia yang demo di KBRI Kuala Lumpur bahwa 7 nelayan Malaysia diperas petugas KKP? “Itu kan kata mereka,” jawab Djoko.

Seperti diberitakan, Menlu Malaysia Datuk Seri Anifah mengatakan pihaknya habis kesabaran atas aksi demo yang menimpa Kedubes Malaysia di Indonesia.

“Kita tidak memaafkan apa yang Indonesia lakukan, dua kesalahan tidak dapat dibenarkan. Saya tidak berpikir akan mendorong Malaysia melakukan hal yang sama, membakar bendera dan melemparkan kotoran. Bahkan, kami akan menghentikan mereka dari melakukan hal itu,” katanya seperti dikutip The Star.

Anifah juga mengatakan pihaknya tidak mengeluarkan saran perjalanan yang mengimbau warganya tidak terbang ke Indonesia.

“Kami akan memantau situasi. Jika perlu, kami akan mengeluarkan sebuah travel advisory,” kata Anifah.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…