Kamis, 26 Agustus 2010 14:19 WIB News Share :

Malaysia melawan, Indonesia dihina

Jakarta--Tidak perlu gentar dengan gertakan Malaysia. Pemerintah harus berani. Bangsa besar ini tidak boleh diinjak-injak terus.

Malaysia mulai kehilangan kesabaran dengan aksi-aksi ‘Ganyang Malaysia’. Menlu Malaysia Datuk Seri Anifah Aman menilai pelemparan kotoran manusia ke kantor Kedutaan Besar Malaysia merupakan tindakan tidak terhormat.

Malaysia ‘terluka’. Aksi menghadiahi Kedubes Malaysia dengan tinja seolah menantang kedaulatan. Jika pemerintah Indonesia tidak bisa meredam gejolak, Malaysia bisa saja bertindak.

Satu hal yang perlu disadari Malaysia, apakah mereka itu tidak tahu rakyat Indonesia sudah marah? Malaysia sudah sering melecehkan kita.

Terakhir, kasus yang dianggap melecehkan Indonesia adalah tindakan penangkapan 3 staf Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Padahal, tindakan 3 staf KKP sudah tepat menangkap 7 nelayan, yang mencuri ikan di perairan Indonesia. Eh, malah polisi Malaysia balik menangkap.

“Sebetulnya kita yang hilang kesabaran. Kemarin kedaulatan yang sudah dilanggar. Mereka terlalu jauh menghina kita,” ujar anggota Komisi I DPR RI, Lily Wahid seperti dilansir inilah.com, Kamis (26/8).

Sebelumnya, perlawanan negara tetangga itu ditunjukkan oleh pernyataan Menlu Malaysia Datuk Seri Anifah Aman dalam jumpa pers kemarin.

Coba perhatikan kalimatnya, “Indonesia harus melakukan sesuatu guna memastikan unjuk rasa bisa dikendalikan, sebelum Malaysia kehilangan kesabaran.”

Dalam dunia diplomasi, pernyataan itu amat keras. Dan, dalam konteks Malaysia, itu pernyataan keras yang mungkin kali pertama yang ditujukan ke Indonesia dalam sejarah panjang hubungan bertetangga kedua negara.

inilah/nad

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…