Kamis, 26 Agustus 2010 21:26 WIB Solo Share :

Legislatif soroti belum cairnya bantuan operasional RT/RW

Solo (Espos)–Kalangan legislatif menyoroti belum cairnya dana bantuan operasional ketua Rukun Tetangga (RT)/Rukun Warga (RW). Padahal, dana itu diperlukan untuk operional kegiatan RT.

Besarnya bantuan itu adalah Rp 600.000/tahun untuk RT dan Rp 360.000/tahun untuk RW. Anggota DPRD Solo, Abdullah AA menjelaskan, sejumlah ketua RT mengeluhkan belum cairnya bantuan itu. Biasanya, bantuan itu cair bulan Juni. “Ada sejumlah ketua RT mendatangi saya mengungkapkan masalah itu. Biasanya Juni cair, tapi sampai sekarang belum cair. Padahal itu penting untuk keperluan RT,” ungkap Abdullah kepada wartawan di Gedung Dewan, Kamis (26/8).

Dia mengatakan, di Solo ada sekitar 2.300 RT dan 650 RW. Dia berharap dana itu segera dicairkan agar RT/RW bisa melakukan operasional seperti rapat. Hal senada disampaikan anggota Komisi I, Asih Sunjoto Putro. Dia mengatakan, bantuan operasional itu memang belum cair. Dia yang juga menjadi Ketua RT 1/RW II Banyuanyar menyatakan, kenyataan yang ada bantuan itu tidak mencukupi sehingga biasanya ketua RT mengeluarkan uang pribadi untuk menutup kekurangan dana itu.

Biaya operasional RT rata-rata Rp 1 juta/tahun. Dia mengatakan, seharusnya dana itu cepat pencairannya karena pembuatan surat pertanggungjawabannya (SPj)-nya juga mudah. Abdullah mengusulkan, bantuan operasional dapat ditambah menjadi Rp 1,2 juta/tahun.

Ketua DPRD YF Sukasno berpendapat sama. Dia menyatakan, dalam tahun anggaran 2011 pihaknya mendukung adanya tambahan bantuan operasional untuk RT/RW.

“Saya mendukung adanya penambahan bantuan itu. Tahun 2011 akan kami upayakan adanya penambahan anggaran untuk itu. Tidak hanya untuk RT/RW saja, namun juga untuk PKK dan Posyandu,” terang Sukasno.

dni

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…