Kamis, 26 Agustus 2010 15:36 WIB Boyolali Share :

Lagi, tim temukan makanan berbahaya

Boyolali (Espos)–Tim gabungan dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan), Satpol PP dan Kantor Ketahanan Pangan kembali menemukan makanan berbahaya, Kamis (26/8), dalam razia makanan dan minuman menjelang lebaran di sejumlah pasar tradisional di Boyolali.

Tim gabungan yang dibagi dalam dua kelompok itu menyisir di Pasar Pengkol, Musuk dan Pasar Mojosongo. Selain itu tim juga melakukan razia di Pasar Boyolali Kota dan di sejumlah toko dan kios di Kecamatan Sawit.

Di Pasar Pengkol, Musuk, tim menemukan 15 kg saren atau darah beku yang diperjualbelikan oleh satu orang pedagang. Staf Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakan Dyah Ayu mengatakan saat ditemukan saren yang siap jual itu berada di dalam keranjang belanja milik pedagang. “Petugas langsung mengamankan saren untuk kemudian dimusnahkan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis.

Ditambahkan Dyah, sesuai dengan peraturan yang ada, saren itu tidak boleh diperjualbelikan kepada masyarakat. Pasalnya, dikhawatirkan saren itu mengandung bakteri yang membahayakan masyarakat jika menkonsumsi saren. Selain saren, tim razia itu juga menemukan kue yang dijual salah seorang pedagang di Pasar Mojosongo Boyolali. Diduga, kue tersebut mengandung formalin, sehingga petugas mengamankan kue yang dibungkus dalam plastik itu.

fid

Lowongan Pekerjaan
PT. Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Isu Kemiskinan di Jawa Tengah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (8/8/2017). Esai ini karya Edy Purwo Saputro, dosen di Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah E.Purwo.Saputro@ums.ac.id.  Solopos.com, SOLO–Pemilihan gubernur Jawa Tengah 2018 telah memanas dengan munculnya sejumlah kandidat dari sejumlah…