Kamis, 26 Agustus 2010 10:23 WIB Hukum Share :

Korban tewas jamu oplosan jadi 13 orang

Jakarta–Korban tewas akibat minum jamu oplosan di warung milik Sarimin, di Jagakarsa, Jakarta Selatan, bertambah dua orang. Total korban tewas kini menjadi 13 orang.

“Korban tewas bertambah dua lagi,” kata Kasatreskrim Polres Jakarta Selatan Kompol Nurdi Satriadi, Kamis (26/8).

Nurdi menjelaskan, korban yang tewas tersebut tidak terdaftar dalam korban yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Fatmawati. “Yang bersangkutan tidak ke rumah sakit,” imbuhnya.

Diketahui korban tewas bernama Stefanus Prasetia Putra, berusia 21 tahun, beralamat di Jl Pepaya Raya Nomor 32 RT 09/05, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

“Dari enam korban yang dirawat di rumah sakit, dua di antaranya sudah pulang,” katanya.

Korban tewas lainnya adalah Muh Yusuf, meninggal dunia pukul 03.00 WIB. “Jadi total yang meninggal 13 orang. Yang dirawat di RS masih empat orang,” kata Nurdi.

Polisi sudah menetapkan Sarimin sebagai tersangka. Sarimin dijerat dengan Pasal 359 jo UU nomor 7 tahun 1996 tentang Pangan Jo UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan jo UU nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…