Kamis, 26 Agustus 2010 22:03 WIB Solo Share :

Kolam Tirtomoyo Jebres kian memprihatinkan

Solo (Espos)–Kondisi Kolam Renang Tirtomoyo Jebres, Solo, sejak beberapa pekan terakhir kian memprihatinkan. Hampir separuh bagian atap bangunan kantor pengelolaan kolam, jebol.

Selain itu, beberapa bagian tembok kantor mengalami retak-retak. Bila tak segera dilakukan perbaikan, dikhawatirkan bagian atap yang sudah lapuk akan menimpa pengunjung. Berdasar pengamatan Espos, Kamis (26/8), kerusakan atap tidak hanya terjadi di bagian kantor pengelolaan. Namun hampir di seluruh bagian bangunan termasuk ruang ganti pengunjung.

Kaur Kolam Renang Tirtomoyo Jebres, Ratmoko, menjelaskan, pihaknya sudah mengusulkan perbaikan kompleks kolam sejak tahun lalu. Bahkan petugas dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) telah melakukan pengecekan atau survei kondisi. Namun disayangkan sejauh ini belum ada realisasi rehabilitasi kompleks kolam. Padahal jumlah pengunjung kolam terhitung masih banyak untuk ukuran kolam renang tak terawat.

Betapa tidak, tahun lalu saja Tirtomoyo Jebres mampu memberikan konstribusi pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 13 juta per bulan. Namun Ratmoko menyampaikan, pemasukan tahun 2010 mulai seret hanya sekitar Rp 12 juta per bulan. Penyebab penurunan pemasukan diantaranya kondisi bangunan kolam yang memprihatinkan. Sehingga masyarakat utamanya penggemar olahraga renang, mulai meninggalkan kolam Tirtomoyo Jebres.

Ratmoko menjelaskan, keunggulan kolam Tirtomoyo Jebres yang masih bisa dijual yakni harga tiket murah. Pada hari biasa harga tiket Rp 3.000 per orang dan Rp 3.500 per orang pada hari libur. Selain itu Tirtomoyo Jebres memiliki keunggulan sistem sirkulasi air kolam. Dengan sirkulasi bagus, kondisi air kolam selalu bersih sehingga sehat dan nyaman untuk berenang. “Segmentasi kolam ini menengah ke bawah. Sepanjang Ramadan ini jumlah pengunjung turun, hari libur hanya 90 orang dan hari biasa 25-an orang,” terang dia.

kur

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pendidikan yang Memerdekakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (21/8/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memasuki umur 72 tahun kemerdekaan…